Kamis, 29 November 2012
Coretan tak berarti
Bolehkah aku egois untuk membenci takdir ?
Bolehkah aku egois untuk membenci Tuhan ?
Bolehkah aku egois untuk membenci realita ?
Bolehkah aku untuk membenci kehidupan ?
Selasa, 27 November 2012
coretan untuk TUHAN :'))
"Allah yang Mahatinggi, Putra-Mu Yesus telah memberikan teladan kerendahan hati yang tiada tara.
Walaupun ALLAH, Ia telah menghampakan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dengan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Terima kasih, ya Bapa, atas teladan Yesus i
ni.
Berilah kami semangat Yesus sendiri, agar dengan rendah hati kami menganggap orang lain lebih utama daripada kami sendiri.
Bebaskanlah kami dari kesombongan, dan berilah kami ketabahan kalau karena nama-Mu kami direndahkan.
Semoga kami tidak sakit hati kalau kami kurang di hargai atau kurang dihormati, kalau kami diabaikan atau dilupakan.
Sebaliknya, semoga kami ikut bahagia kalau orang lain berhasil dan mendapat pujian serta penghargaan.
Ya Bapa, jadikanlah hati kami seperti hati Yesus yang lembut dan rendah hati. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin
Berilah kami semangat Yesus sendiri, agar dengan rendah hati kami menganggap orang lain lebih utama daripada kami sendiri.
Bebaskanlah kami dari kesombongan, dan berilah kami ketabahan kalau karena nama-Mu kami direndahkan.
Semoga kami tidak sakit hati kalau kami kurang di hargai atau kurang dihormati, kalau kami diabaikan atau dilupakan.
Sebaliknya, semoga kami ikut bahagia kalau orang lain berhasil dan mendapat pujian serta penghargaan.
Ya Bapa, jadikanlah hati kami seperti hati Yesus yang lembut dan rendah hati. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin
Senin, 26 November 2012
APAKAH KEHIDUPAN SAYA BERARTI BAGI TUHAN?
Adakalanya dipagi hari, dunia seolah -olah bagaikan Taman Firdaus. Anda bangun pagi, menarik nafas dalam-dalam dibalik jendela dan memandang keluar kepada sinar matahari keemasan yang mewarnai pohon pohon, daun demi daun. Ada saat-saat yang membuat hidup itu tampaknya indah : wajah sahabat yang Anda kasihi pada waktu Anda mengucapkan selamat tinggal, musik indah yang sangat serasi dengan perasaan Anda, dan kasih sayang yang tak terduga dari seorang anak kecil. |
Tetapi di pagi-pagi hari lainnya, dunia tampaknya merupakan tempat yang menakutkan. Anda bangun pagi, terkejut membaca judul-judul utama surat kabar yang memberitakan mengenai pemboman oleh teroris yang membuat banyak orang cacat atau membutakan mata seorang anak; kemudian pembunuh berantai yang mengaku bahwa it adalah korbannya yang ke sepuluh, lalu berita lainnya lagi : kelaparan atau perang atau gempa bumi. Inilah saat-saat ketika tampaknya tidak ada yang masuk akal, tidak ada keadilan.
Apa arti semuanya ini? Bisakah kita memahami dunia kita yang indah tetapi juga mengerikan ini? Mengapa kita berada disini? Benarkah hidup saya berarti bagi Tuhan atau apakah saya hanyalah satu bagian kecil di mesin kosmos yang amat luas ini ?
1. TUHAN MENCIPTAKAN DUNIA YANG SEMPURNA
Marilah kita mulai dengan fakta bahwa Tuhan adalah pencipta, arsitek dan perancang semua yang ada, dari bintang yang sangat besar (supernova) sampai sayap kupu-kupu.
“Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulutNya segala tentaranya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, ia menaruh samudera raya kedalam wadah . Biarlah segenap bumi takut kepada Tuhan, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah maka semuanya ada.” Mazmur 33:6-9.
Tuhan hanya bersabda dan semua unsur di alam ini menurut kehendak-Nya.
2. ENAM HARI MENJADIKAN BUMI INI
“Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari yang ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” Keluaran 20:11.
Pencipta yang kekal dan Maha Kuasa bisa saja membentuk dunia ini dalam sesaat ’’oleh hembusan nafas-Nya.” Tetapi Ia memilih untuk mengerjakannya dalam enam hari, meskipun Ia bisa melakukannya dalam enam menit, atau bahkan enam detik pun sudah cukup. Pasal pertama dalam Alkitab, Kejadian 1, menyatakan apa yang Tuhan ciptakan setiap hari pada minggu penciptaan. Apakah karya agung yang Tuhan ciptakan pada hari ke enam?
“MAKA TUHAN MENCIPTAKAN MANUSIA ITU MENURUT GAMBARNYA, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DICIPTAKANNYA MEREKA .“ Kejadian 1: 27.
Tuhan memutuskan untuk menjadikan ciptaan seperti diri-Nya, yang bisa berpikir, merasakan dan mengasihi. Setiap orang dijadikan sesuai dengan “gambar” Tuhan. Pada hari ke enam, dunia dipenuhi dengan tumbuhan dan hewan-hewan, kemudian Tuhan memperkenalkan ciptaan-Nya yang agung itu. .Menurut Kejadian 2:7, Yang Maha Kuasa membentuk tubuh Adam dari debu tanah. Jadi ketika Tuhan menghembuskan “nafas hidup “ kedalam lubang hidungnya, manusia menjadi “makluk yang hidup “ – artinya, ia hidup. |
|||
Tuhan menamakan manusia pertama yang diciptakan sesuai dengan gambar-Nya itu Adam, sebuah kata yang artinya “manusia,“ dan perempuan pertama, Hawa, yang berarti “hidup“ (Kej.2:20; 3:20). Pencipta yang Maha Kasih melihat kebutuhan akan seorang teman. Dalam keadaan segar dari tangan Tuhan, Adam dan Hawa memantulkan gambar-Nya. Yang Maha Kuasa bisa saja memprogram manusia seperti robot yang berjalan –jalan sepuasnya di Taman Eden dan menaikkan suara memuji Dia. |
|||
Tetapi Tuhan menghendaki lebih dari itu: hubungan yang nyata. Robot bisa tersenyum, berbicara, bahkan mencuci piring; tetapi tidak bisa mengasihi. Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir dan memutuskan, memilih dan mengingat, mengerti dan mengasihi. Adam dan Hawa adalah anak-anak Tuhan, dan sangat berharga bagi-Nya.
MINGGU PENCIPTAAN
HARI PERTAMA:
terang: pergantian siang dan malam
HARI KEDUA:
atmosfer bumi
HARI KETIGA:
daratan dan tumbuh-tumbuhan
HARI KEEMPAT:
matahari dan bulan muncul
HARI KELIMA:
burung dan ikan
HARI KEENAM:
binatang di darat dan manusia
HARI KETUJUH:
hari Sabat.
3. KEJAHATAN MASUK KE DUNIA YANG SEMPURNA
Adam dan Hawa memiliki segala sesuatu untuk membuat mereka bahagia. Mereka menikmati kesehatan tubuh dan pikiran yang sempurna, tinggal dirumah taman yang indah di dunia yang tak bercela (Kejadian 2:8; 1:28-31). Kepada mereka, Tuhan menjanjikan anak-anak dan kemampuan berpikir kreatif dan mendapatkan kepuasan dari pekerjaan tangannya (Kejadian 1: 28; 2:15). Mereka mengalami persekutuan muka dengan muka dengan Pencipta mereka (Kejadian 3:8). Tidak ada jejak kekuatiran, takut, atau sakit merusak hari-hari mereka yang penuh bahagia.
Bagaimana sampai dunia ini berubah secara drastis menjadi tempat derita dan tragedi? Pasal dua dan tiga dari buku Kejadian menceritakan kisah bagaimana dosa masuk ke dunia kita ini. Bacalah di waktu luang Anda. Berikut ini ringkasan isi cerita itu.
Beberapa waktu setelah Tuhan membentuk satu dunia yang sempurna, Iblis datang ke Taman Eden untuk menggoda Adam dan Hawa agar tidak menurut Penciptanya. Tuhan membatasi ruang pengaruh Iblis hanya pada satu pohon di taman itu. “pohon pengetahuan baik dan jahat.” Dan Ia memperingatkan pasangan manusia pertama itu untuk tetap menjauhi pohon tersebut dan jangan pernah memakan buahnya, karena akan mengakibatkan kematian.
Tetapi pada suatu hari Hawa berjalan-jalan dekat pohon terlarang itu. Dengan cepat Iblis menyodorkan kata-kata bualannya. Ia mengatakan Tuhan telah berdusta kepada Hawa dan jika Hawa memakan buah pohon itu ia tidak akan mati, tetapi akan menjadi bijak seperti Tuhan sendiri, mengetahui yang baik dan yang jahat. Tragisnya, Hawa dan kemudian Adam, yang hanya mengetahui yang baik saja, membiarkan Iblis menipu mereka dan mereka mencicipi buah terlarang itu – sehingga memutuskan ikatan kepercayaan dan ketaatan mereka kepada Tuhan. |
Tuhan merencanakan Adam dan Hawa untuk memerintah seluruh dunia ini sebagai pemelihara hasil pekerjaan yang diciptakan Tuhan (Kejadian 1:26). Tetapi oleh karena mereka melanggar iman mereka kepada Tuhan dan memilih Iblis sebagai pemimpin mereka yang baru, pasangan tersebut kehilangan kekuasaan. Sekarang Iblis mengaku bahwa dunia ini adalah miliknya dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbudak orang-orang didalamnya.
Banyak kali kita menemukan diri kita melakukan sesuatu yang mementingkan diri bahkan berbuat kejam padahal kita sebenarnya ingin berbuat sebaliknya. Mengapa? Karena musuh yang tidak kelihatan itu, si Iblis, bekerja untuk membuat moral kita jatuh.
Bila Anda membaca pasal 3 buku Kejadian , Anda akan menemukan bahwa dosa yang menyebabkan Adam dan Hawa takut dan bersembunyi dari Tuhan. Dosa telah berdampak pada semua ciptaan. Duri-duri bermunculan bersamaan dengan bunga-bunga. Tanah mengalami kekeringan dan bekerja itu menjadi beban. Penyakit mulai menyerang tanpa pandang bulu. Kecemburuan, kebencian, curiga dan kerakusan melipat gandakan kesengsaraan manusia. Yang paling mengerikan dari semua ialah, karena dosa, datang kematian!
4. SIAPAKAH IBLIS YANG MENULARKAN DOSA KEDALAM DUNIA ?
“...Ia adalah PEMBUNUH SEJAK SEMULA dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab didalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab dia adalah pendusta dan BAPA SEGALA DUSTA.” Yohanes 8:44.”
Menurut Yesus, Iblis adalah asal mula dosa di semesta alam ini, ”bapa” dosa dan juga pembunuhan dan dusta.
Thomas Carlyle, seorang ahli filsafat dari Inggris yang terkenal, pada suatu kali membawa Ralph Waldo Emerson ke beberapa jalan yang paling buruk di ujung timur London. Sementara mereka berjalan sambil diam-diam memperhatikan keburukan dan kejahatan sekitar mereka, Carley akhirnya bertanya “Sekarang apakah anda percaya kepada Iblis?”
5. APAKAH TUHAN YANG MENCIPTAKAN IBLIS?
Tidak! Tuhan yang baik tidak akan menciptakan Iblis. Namun Alkitab menyatakan bahwa Iblis bersama para malaikat yang telah ditipunya, kehilangan tempat mereka disurga dan datang kedunia ini.
“Maka timbullah PEPERANGAN DISORGA. Mikhael dan Malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, TETAPI MEREKA TIDAK DAPAT BERTAHAN; MEREKA TIDAK MENDAPAT TEMPAT LAGI DISORGA. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia dilemparkan kebawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.” Wahyu 12:7 –9.Pada mulanya bagaimana ia bisa masuk ke surga? |
“Kuberikan TEMPATMU DEKAT KERUB YANG BERJAGA, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan ditengah batu-batu yang bercahaya-cahaya . ENGKAU TAK BERCELA DI DALAM TINGKAH LAKUMU sejak hari PENCIPTAANMU sampai TERDAPAT KECURANGAN PADAMU.” Yehezkiel 28:14, 15.
Tuhan tidak menjadikan Iblis, Ia menjadikan Lusifer, seorang malaikat yang sempurna, seorang dari pimpinan malaikat di surga, yang berdiri disisi tahta Tuhan. Tetapi kemudian ia berdosa - “terdapat kecurangan “ di dalam dia. Dibuang dari surga, dan berlaku seperti sahabat Adam dan Hawa, ia menjadi musuh kemanusiaan yang paling mematikan.
6. MENGAPA LUSIFER, MALAIKAT YANG SEMPURNA INI BERDOSA ?
“Wah, Engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, ENGKAU SUDAH DIPECAHKAN DAN JATUH KEBUMI, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang Allah dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh disebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, HENDAK MENYAMAI YANG MAHA TINGGI.” Yesaya 14:12-14.
Ciptaan yang menjadi Iblis pada mulanya disebut Lusifer, yang berarti “bintang pagi“ atau ”yang bersinar.“ Dihati malaikat ini, kesombongan dan ambisi mulai menggantikan pengabdian. Benih kesombongan bertumbuh menjadi niat kuat untuk mengambil tempat Tuhan.
Lusifer pasti bekerja keras membujuk makhluk-mahluk surga lainnya. Mudah Membayangkan bahwa Setan menuduh Tuhan menyembunyikan sesuatu dari mereka, bahwa hukum Ilahi itu terlalu ketat dan bahwa Tuhan adalah penguasa yang tidak perduli. Ia memfitnah nama Seorang yang tabiatnya menjelaskan apakah kasih itu.
Bagaimanakah pertentangan disurga ini diselesaikan?
“Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.” Yehezkiel 28:17.
Kesombongan mengubah pemimpin malaikat ini menjadi Iblis atau Setan. Dan untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan surga; ia bersama sepertiga malaikat surga yang bergabung dengannya dalam pemberontakan, harus dibuang (Wahyu 12:4, 7-9).
7. SIAPAKAH YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS DOSA ?
Mengapa Tuhan tidak menjadikan ciptaan yang tidak bisa berdosa? Jika Ia berbuat demikian, maka tidak akan ada persoalan kejahatan didunia kita ini. Tapi Tuhan menginginkan orang yang dapat memiliki hubungan yang penuh arti. Itu sebabnya “Tuhan menjadikan manusia menurut gambar–Nya sendiri” (Kejadian 1:27). Ini berarti kita bebas dan bertanggung jawab. Kita bisa memutuskan untuk mengasihi Tuhan atau untuk menolak dan menjauh dariNya.Tuhan memberikan kepada malaikat dan manusia disemua generasi, suatu sifat rohani dan kemampuan untuk memilih yang benar.“...Pilihlah pada hari ini pada siapa kamu akan beribadah...“ Yosua 24:15. |
Tuhan menantang ciptaan yang dijadikan-Nya itu untuk memilih yang benar karena kuasa berpikir mereka mengatakan kepada mereka “jalan Tuhan itulah yang terbaik.“ Dan berbalik dari kesalahan, karena kuasa berpikir mereka memperingatkan akan akibat dari ketidakpatuhan dan dosa.
Hanya manusia yang dipenuhi dengan kuasa untuk berpikir dan memilih bisa mengalami kasih yang sejati. Tuhan rindu untuk menjadikan orang-orang yang dapat memahami dan menghargai tabiat-Nya, bebas menyambut-Nya dengan kasih dan dipenuhi dengan kasih kepada orang lain. Tuhan sangat ingin membagikan Kasih-Nya sehingga Ia mau mengambil resiko yang luar biasa dan menciptakan malaikat dan manusia yang mempunyai kuasa memilih. Ia tahu bahwa mungkin sekali kelak satu dari ciptaan-Nya akan memilih untuk tidak berbakti kepada-Nya. Iblis adalah ciptaan pertama di semesta alam ini yang telah membuat pilihan yang sangat buruk itu. Tragedi dosa dimulai olehnya (Yohanes 8:44, 1 Yohanes 3:8).
8. SALIB MEMUNGKINKAN KEBINASAAN DOSA
Mengapa Tuhan tidak membinasakan Lusifer sebelum penyakit dosanya itu menyebar? Lusifer telah menantang keadilan pemerintahan Tuhan. Ia telah berdusta tentang Tuhan. Jika Tuhan membinasakan Lusifer dengan segera, para malaikat akan mulai meyembah Dia karena takut, bukannya karena kasih. Ini akan mengalahkan tujuan utama Tuhan yang mula-mula yaitu menjadikan manusia dengan kuasa memilih.
Bagaimana seorang yakin bahwa jalan Tuhan itulah yang terbaik? Tuhan memberikan Setan kesempatan untuk menunjukkan cara yang lain. Itu sebabnya ia diberikan kesempatan untuk mencobai Adam dan Hawa.
Planet ini telah menjadi wilayah uji coba, dimana tabiat Setan dan sifat kerajaanya diadu dengan tabiat Tuhan dan sifat KerajaanNya. Siapakah yang benar ? Siapakah yang akhirnya kita dapat percayai ? Demikian hebatnya tipu daya Setan itu, sehingga memerlukan waktu bagi ciptaan di semesta alam untuk yakin sepenuhnya, betapa pilihan setan itu benar-benar membinasakan. Tetapi akhirnya semua orang akan melihat bahwa, “upah dosa itu maut” dan bahwa “karunia Tuhan ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.“ (Roma 6:23).
Semua orang di semesta alam ini akan kemudian setuju bahwa:
“...Besar dan ajaib segala pekerjaanMu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalanMu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan namaMu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakimanMu.“ Wahyu 15:3, 4.
Setelah setiap orang mengerti sifat dosa yang mematikan dan falsafah setan yang sebenarnya menghancurkan itu, maka Tuhan dapat membinasakan Setan dan dosa. Ia juga harus membinasakan mereka yang dengan keras kepala menolak kasih karunia-Nya dan berpegang pada pilihan Setan.
Tuhan rindu menyelesaikan masalah dosa dan penderitaan ini sama seperti kita ingin Ia melakukannya . Tetapi Ia menunggu sampai Ia bisa lakukan itu diatas dasar yang kokoh, dan sampai Ia bisa melindungi kebebasan kita dan mencegah kejahatan agar tidak timbul kembali. Tuhan telah berjanji untuk membinasakan dosa selama-lamanya dengan menyucikan langit dan bumi ini dengan api. “Tetapi sesuai dengan janjiNya,” kita dapat “menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, dimana terdapat kebenaran.“ 2 Petrus 3:10, 13.
Dosa tidak akan pernah menjangkiti semesta alam ini lagi. Akibat dosa yang tragis akan hilang lenyap sehingga ketidakpatuhan kepada kehendak Tuhan akan lenyap selama-lamanya.
Apa yang memungkinkan kebinasaan akhir dari IBLIS DAN DOSA ?
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya, Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” Ibrani 2:14, 15.
Di atas salib semua malaikat dan semua dunia-dunia yang tidak jatuh dalam dosa melihat Setan dengan sebenarnya – seorang penipu, pendusta dan pembunuh. Disana ia menyatakan tabiatnya yang sebenarnya dengan memaksa manusia untuk membunuh Putra Tuhan yang tak berdosa. Penghuni seluruh jagad alam melihat betapa dosa itu tidak berbelaskasihan dan kejam.
Salib sepenuhnya mengungkapkan motif Setan dan bila Tuhan membinasakan Iblis dan mereka yang bertahan dalam dosa, semua akan mengakui bahwa Tuhan itu adil.Kematian Yesus di kayu salib mengungkapkan niat Setan yang sebenarnya dihadapan semua makhluk ciptaan (Yohanes 12:31, 32). Salib juga menyatakan siapa Kristus itu sebenarnya – Juruselamat dunia. Di Golgota kuasa kasih menang melawan cinta akan kekuasaan. Tanpa diragukan, salib menyatakan bahwa kasih yang penuh pengorbanan dirilah yang memotivasi Tuhan dalam menangani semua masalah setan, dosa dan orang-orang berdosa.Di salib peragaan yang agung dari Kristus tentang kasih Tuhan yang tanpa syarat itu telah mengalahkan Iblis. Peperangan itu adalah mengenai siapa yang akan menguasai dunia, Kristus atau Setan. Dan salib telah mengatasi itu untuk selamanya. Kristus haruslah diatas semuanya! |
Apakah anda telah temukan hubungan dengan Juruselamat yang mati untuk mengungkapkan kasih-Nya yang tak terhingga dan tak berubah itu? Bagaimana perasaan Anda terhadap seorang yang datang ke dunia kita ini sebagai manusia biasa dan mati menggantikan Anda untuk menyelamatkan Anda dari akibat dosa? Maukah Anda menundukkan kepala sekarang ini dan berterima kasih kepada Yesus, lalu meminta Dia untuk masuk dan menguasai hidup anda?
Bapa yang penuh kasih, di surga: Aku Bersyukur kepada-Mu karena kemenangan Yesus atas Setan di dunia ini. Terima kasih atas tawaran keampunan yang penuh kemurahan dari salib itu. Masuklah kiranya ke dalam hati sekarang ini, berkuasalah atas seluruh hidupku.
Tolonglah aku untuk tetap dekat kepada Yesus setiap hari. Terima kasih karena mendengar doaku, dalam nama Yesus. Amin
Tuhan penolongku :'))
Kepada kita sebagai kepunyaan-Nya, Tuhan mengatakan dalam Yesaya 43:1,
“Janganlah takut”, karena di dunia ini banyak hal yang membuat kita
takut sehingga tidak ada damai dan sukacita. Tetapi kalau kita sebagai
kepunyaan-Nya sendiri maka kita dapat dengan yakin berkata, “Aku tidak
akan takut sebab Tuhan adalah Penolongku,” seperti yang tertulis dalam
Ibrani 13:6. Janji Tuhan bahwa Dia menolong kita adalah pasti, karena
pada ayat 8 dikatakan, bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berubah, sehingga
hari-hari kita penuh harapan. Oleh sebab itu janganlah kita berubah,
tetapi tetaplah menjadi kepunyaan Tuhan, supaya pertolongan-Nya tetap
dapat kita rasakan setiap hari.
Dalam Mazmur 30:11, 3-4, Daud
mengatakan, ”Tuhan, jadilah penolongku!” Ini berarti bahwa pertolongan
kita hanyalah dari Dia, bukan dari manusia. Dalam keadaan sakit ataupun
tak berdaya menghadapi masalah, kita diberi hak untuk berseru kepada-Nya
sehingga Tuhan menyembuhkan dan menyelamatkan kita. Bahkan yang sakit
sampai nyaris mati pun Tuhan sanggup menyembuhkan dan meluputkan dari
liang kubur. Bukan hanya sakit tubuh tetapi juga sakit rohani, yaitu
kehidupan yang berdosa, dapat disembuhkan melalui pengampunan oleh
korban-Nya di kayu salib. Kita juga dapat membacanya dalam Mazmur
107:17-19.
Mazmur 107:20-22 menyatakan bahwa sepatutnya kita bersyukur dengan membawakan persembahan korban syukur dan menceritakan pertolongan-Nya yang ajaib. Kemudian dalam pasal 77:12-16 ditegaskan supaya kita tidak melupakan segala perbuatan-Nya yang ajaib dan besar, karena Ia sanggup mengadakannya lagi bagi kita dan tidak ada yang mustahil bagi Dia. Pada pasal 30:5-7 disebutkan, selayaknya kita menaikkan pujian karena pertolongan-Nya dan karena kasih karunia-Nya; hanya sesaat Ia murka tetapi seumur hidup Ia murah hati. Oleh sebab itu sesuai dengan 1 Korintus 15:57-58, bukti bahwa kita tetap berdiri teguh dan tidak goyah dalam pengikutan kita kepada Kristus, adalah dengan semakin setia beribadah dan giat selalu dalam pekerjaan Tuhan. Ia telah memberi kemenangan dan segala jerih payah kita di dalam Tuhan tidak sia-sia.
Rabu, 21 November 2012
Tanpa judul
Semua terasa hampa...Hidup seolah tak bermakna....Mimpi yg perlahan memudar...dan harapan yg mulai sirna dengan seiringnya waktu yg berjalan...
Inikah awal kehancuranku..??? Apa memang seperti ini Bapa menggariskan jalan hidupku...???
Ntah,..rencana apa yg sedang Bapa rancang untukku,.....
Baru kali ini,..merasakan sesuatu sampai seperti ini tak berartinya...
Ingin menyerah,..tapi mama selalu bilang "ANAK HEBAT TAK BOLEH KALAH"..,,
Lalu aku harus bagaimana ya Bapa??? Saya lelah,...!! Setiap orang yg melihat atau menilaiku pasti hasilnya "NOL" !! Tak ada apa2nya memang aku ini!! sungguh bodoh!!! Sampai2 orang selalu memandangku dengan sebelah mata akibat kesalahnku dimasa lalu dan kenakalanku...!! Seburuk itukah saya ya Bapa???
Selasa, 20 November 2012
Tanpa judul
Hening terpuruk terikat bayangmu
Membatu dalam benak tak mau pergi
Mengapa selalu ada bayangmu mengasah tajam
Di tepi damba yg berarak menuju hatiku
Bersimbah keindahan yg melukis birunya sinar matamu
Berpeluh cinta yg mempesonakan bagai sepotong senja
Detik ini, aku memeluk hening, untuk dirimu
Sabtu, 17 November 2012
Jumat, 16 November 2012
APAKAH TUHAN MENGERTI APA YANG AKU RASAKAN....???
1. Saat kamu ditolak, ingatlah waktu Yesus ditolak sehingga Ia lahir di kandang yang hina.
2. Saat kamu mengalami cobaan, ingatlah saat Yesus dicobai iblis tapi Ia tetap kuat.
3. Saat kamu merasa mengapa harus berusaha, ingatlah Yesus selalu pergi kemana saja untuk memberitakan injil.
4. Saat kamu merasa dikhianati, ingatlah Yesus juga pernah dikhianati murid-muridNya
5. Saat kamu merasa sakit dan menderita, lihatlah bagaimana Yesus dicambuk dengan parahnya.
6. Saat kamu tidak bisa memaafkan orang lain, ingatlah Yesus bisa memaafkan Petrus yang telah menyangkal-Nya.
7. Saat kamu merasa capek, bayangkan betapa capeknya Yesus memikul salib.
8. Saat kamu ditinggalkan orang yang kamu sayang, ingatlah Yesus juga pernah ditinggalkan oleh Bapa saat Ia disalib.
9. Saat kamu menangis dan sedih, Yesus hadir disamping kamu, menangis bersamamu dan menguatkanmu.
"SEMUA YANG PERNAH KAMU ALAMI, PERNAH YESUS ALAMI.. JADI, JANGAN PERNAH MENGANGGAP YESUS TIDAK MENGERTI DIRIMU...!!"
God with you aLwayz tiaraaaaa,..Dont worry...!!!
Rabu, 14 November 2012
Memang tidak mudah memaafkan, tapi....
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kol 3:2-3)
Sering kali kita mendengar untuk memaafkan mereka yang bersalah kepada kita, dan bahwa pembalasan adalah haknya Tuhan. Gw yakin kita semua sudah mengalami apa rasanya untuk ditipu, difitnah, dicap munafik, pencuri, dsb. baik secara langsung maupun melalui media gosip. Namun bukan berarti kita jadi berhenti mengasihi dan memaafkan mereka yang melakukan itu semua kepada kita. Karena kalau kita renungkan benar-benar, penderitaan yang kita alami sebagai akibat dari perbuatan orang lain tidak dapat disamakan dengan apa yang Tuhan Yesus alami. Walau difitnah, diludahi, dicambuk, dipaku, disiksa, bahkan DIBUNUH, Ia tetap mengasihi mereka dengan mengampuni mereka.
Menurut gw percuma aja kalau kita meminta sesuatu kepada Tuhan tapi dalam hati kita masih memiliki dendam atau belum bisa memaafkan seseorang dalam hidup kita. Karena seperti dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus: “…ampunilah kami seperti kamipun mengampuni mereka yang bersalah kepada kami…”, bagaimanakah Bapa kita di surga mau dapat mengampuni dosa kita akalu kita sendiri belum mengampuni sesama kita? Kita dulu harus dapat memaafkannya siapapun dia, tidak ada bedanya bila ia keluarga, teman dekat, pacar, rekan kerja, ataupun mertua. Jangan jadi diinget-inget yah, coba lihat dulu Firman ini:
“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu ada dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu di yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Mar 11:24-26)
Kalau kita merasa ada doa kita yang sangat lama tidak dijawab, maka sangat disarankan untuk mengintrospeksi diri sendiri. Apakah kita sungguh telah memaafkan orang tersebut yang bersalah kepada kita? Sedangkan Firman Tuhan mengajarkan kita: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Ef 4:26)
Kenapa hal ini menjadi penting khususnya bagi kita manusia? Karena kalau kita membiarkan amarah dan dendam kita sampai lebih dari matahari terbenam, berarti kita membuka pintu untuk hal-hal lain yang bukan berasal dari Tuhan seperti : hipertensi, kanker, serangan jantung, dsb. Tapi bagaimana Bapa kita mau menyembuhkan kita kalau kita tidak mau memaafkan orang lain? Sedangkan kita lupa bahwa sebenarnya diapun adalah seorang anak yang dikasih Tuhan.
Apa gunanya kita menyebut diri kita sebagai anakNya, kalau tidak bisa bersikap seperti diriNya? Mungkin perlu ditekankan bahwa dengan memaafkan bukan berarti kita terus menjadi korban yah. Analoginya adalah bila digigit seekor anjing, maka itu adalah kesalahan anjingnya. Namun bila sampai digigit kedua kalinya, berarti yang salah kita. Cukup bagi kita untuk menghindari orang yang berbuat salah itu, dan hindari tempat-tempat yang dulu membuat kita jatuh. Jangan kita biarkan kejadian menyakitkan yang sama sampai terulang lagi di kehidupan kita. Cukup kita memaafkan sepenuhnya dari dalam hati dan sikap kita, tanpa harus berinteraksi dengan orang-orang tersebut.
Marilah kita sebagai anak-anakNya jangan lagi dendam atau marah berkepanjangan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. (Ef 4:32)
Doa:Bapa kami yang disurga berilah kami kekuatan dan kerendahan hati untuk mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kami. Karena kami sadar ya Bapa, kamipun memiliki dosa yang juga ingin diampuni. Berkatilah kami yah Bapa dengan kedamaian hati yang berasal dari padaMu, agar dalam apapun yang kami pikirkan, perbuat, dan perkatakan, kami senantiasa menyenangkan hatiMU. Amin
Firman Bapa
“Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” (Yoh 14:24)
Pernyataan yang dahsyat ini dikatakan oleh seorang Yesus dari Nasaret, yang juga menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hidup. Yesus sendiri adalah Firman Allah, yang dimana melalui-Nya kita menerima hak dan kuasa untuk diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:9-14). Oleh karena itu, maka apapun yang Yesus katakan mengenai diri kita, kehidupan kita, dan masa depan kita, semuanya adalah suatu kebenaran. Selama hidupnya di bumi, Yesus mengutarakan beberapa janji yang ditujukan bagi siapapun yang mempelajari, mencintai, dan melakukan perkataan-perkataanNya.
Seperti halnya janji Yesus pada Yohanes 8:31-32,“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 3 hal yang terdapat dalam janji ini adalah: kedekatan dengan Tuhan, pencerahan akan pengetahuan tentang kebenaran yang sejati mengenai APAPUN, dan kebebasan dari keadaan kita yang berdosa.
Setiap dari kita memiliki pengertian kita masing-masing akan Tuhan, tentang apa yang Tuhan inginkan dari kita, dan juga tentang apa yang Tuhan tawarkan kepada kita. Sedangkan Yesus mengatakan bahwa “barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Dengan mengatakan ini Yesus mengatakan bahwa tidak hanya melalui kata-kataNya saja kita mendapatkan gambaran tentang Tuhan, namun kehidupan pribadi Yesuspun selama di bumi dan semua karyanya memberikan gambaran dan pewahyuan yang sempurna mengenai siapa Tuhan sebenarnya. Sehingga adalah suatu kebenaran bahwa melalui perkataan Yesus, kita jadi mengenal Dia yang memberikan kita hidup.
Dalam Markus 12:30-31 Yesus mengajarkan bahwa hukum Tuhan yang paling utama adalah untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap segala yang kita miliki dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Namun kebanyakan dari kita (termasuk saya sendiri) masih sering lebih mengasihi diri sendiri dibanding sesama kita. Mengapa ini bisa terjadi? Karena Yesus menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia memang lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan manusia jahat (Yohanes 3:19). Karena itulah mengapa kita memerlukan Firman Tuhan untuk mengarahkan kita dalam merencanakan hidup kita, dalam bertindak saat mengambil keputusan, dan juga dalam memiliki hikmat saat berkata-kata. Agar dalam apapun yang kita lakukan kita senantiasa mencerminkan pribadi sebagai anak Allah demi kemuliaan nama Bapa kita.
Melalui Firman-Nya, Yesus telah menyediakan bagi kita semua pencerahan dan kuasa untuk lepas dari kebiasaan-kebiasaan kita yang kedagingan untuk kita menerima semua berkat yang telah tersediakan bagi kita. Pada awalnya mungkin kita hanya melihat ketaatan kita sebagai sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal karena tidak sesuai dengan pengertian ataupun kebiasaan kita dalam menjalani kehidupan ataupun cara kita menyelesaikan suatu masalah. Namun demikian, dalam ketaatan itu justru kita dapat mencerminkan suatu gaya hidup yang memuliakan nama Tuhan dan membuat diri kita sendiri menjadi berkat bagi siapapun di sekitar kita.
Oleh karena itu, marilah kita semua merenungkan kembali kata-kata Yesus yang dahsyat diatas…karena kata-kata itu bukanlah sekedar suatu saran untuk menjalani hidup…melainkan sungguh-sungguh Firman Tuhan yang mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada janji-janjiNya. Agar terjadilah kehendakNya (dan bukan kehendak kita) di kehidupan kita masing-masing seperti di Sorga.
Doa:Bapa, terima kasih atas FirmanMu yang telah disampaikan kepada kami melalui Yesus Kristus oleh Roh Kudus. Ampunilah apabila kami pernah dengan sengaja maupun tidak telah mengartikan FirmanMu untuk kepentingan diri kami sendiri. Berikanlah kami hati untuk mengasihiMu lebih daripada apapun, agar kami senantiasa seluruh aspek hidupku berkenan dihadapanMu sesuai dengan kehendakMu. Agar dalam apapun yang aku lakukan (pelayanan, keluarga, pekerjaan, karir, studi) nama Bapa dimuliakan.AMIN.
Selasa, 13 November 2012
Hidup dalam kasih........dan pengampunan.
“Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Jawab Petrus kepada-Nya:”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya:”Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yohanes 21:25)
Kita semua tahu kelanjutan dari firman ini, dimana Tuhan Yesus memberikan pertanyaan ini kepada Petrus dua kali lagi sehingga membuat Petrus menjadi sangat sedih karena merasa bersalah telah menyangkal Yesus. Kita semua pernah seperti Petrus, dimana kita merasa sangat berdosa setelah melanggar Firman Tuhan. Karena itu pengampunan adalah hadiah kasih karunia dari Tuhan. Dan dahsyatnya Tuhan kita adalah : seberapapun parahnya dosa kita, dan seberapa seringpun kita berbuat dosa, Tuhan tidak akan menarik kembali hadiah itu . “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.”(Roma 11:29)
Kasih adalah kata kerja, bukan kata benda, dan juga bukan kata sifat. Tuhan Yesus telah memerintahkan Petrus, seseorang yang telah berdosa dan menyangkal Yesus, untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Demikian juga kepada kita, Yesus menghendaki kita untuk memenuhi tujuan hidup kita dengan berjalan dalam kasih.
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” (Kolose 3:13)
Perlukah anda bantuan kekuatan Tuhan untuk mengahadapi semua permasalahan kita setiap hari dengan kesabaran? Saya pribadi sih butuh banget! Dan ternyata Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang khusus bagi kita agar kita dapat menjalankan kehendak-Nya dalam hidup ini, yaitu : PENGAMPUNAN, yang lahir dari hati yang penuh kasih.
Ada dari kalian yang mulai berpikir: “Ya elah, pengampunan lagi…pengampunan lagi..disuruh sabar lagi disuruh sabar lagi.., kesabaran orang khan ada batasnya!”. Sabar yah bro, sis, karena kita harus mengerti dulu apa sih pentingnya pengampunan itu? Karena dengan tidak mengampuni orang yang salah sama kita, kita tidak menyakiti orang itu, justru yang kita sakiti adalah diri kita sendiri. Selain itu, Tuhan Yesus pun mengajarkan bahwa bila kita mengampuni orang lain, maka Bapa juga akan mengampuni kita (Matius 18:21-35).
Pernahkah anda meminta pengampunan Tuhan sejak anda bertobat? Kira-kira anda akan memerlukan pengampunan Tuhan lagi tidak di masa depan anda? Ataukah anda dapat menjamin bahwa anda tidak akan berbuat dosa lagi seumur hidup ini? Makanya, kalau kita mengampuni orang lain, maka kitapun akan diampuni juga. Keputusan kita untuk berjalan dalam kasih adalah jalan bagi pengampunan Tuhan untuk diberikan kepada kita saat kita memerlukannya. Tapi ingat ini adalah keputusan kita sendiri, karena pengampunan bukanlah suatu perasaan namun sebuah pilihan.
Mengampuni seseorang berarti kita memutuskan bahwa perbuatan mereka yang salah(apapun atau bagaimanapun bentuknya) tidak akan mempengaruhi pilihan yang telah kita tentukan. Melainkan kita akan meresponinya secara alkitabiah.
Tuhan menghendaki kita untuk berjalan dalam kasih. Dimana kasih itu akan menjaga perasaan kita untuk tetap tenang dan sabar seperti yang ditulis dalam 1 Korintus 13:4-7. Dan bila kita memiliki kasih yang dari Tuhan ini, pastinya sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hidup kita.
Doa:
Bapa, terima kasih telah mengampuni semua dosa dan kesalahanku yang telah aku lakukan dengan sengaja maupun tidak. Aku mengucap syukur akan kasih karunia-Mu yang terus melimpah dalam kehidupanku. Berikanlah aku kekuatan ya Bapa, untuk mengampuni dan mengasih...............(isi dengan nama orang yang keluar pertama kali dalam pikiran kita). Walau sangat berat bagiku, namun sebagai anak-Mu aku mau menyenangkan hati-Mu ya Bapa. Karena seperti halnya Petrus, akupun mengasihi Engkau lebih daripada apapun. AMIN.
Dan yang paling besar diantaranya adalah...KASIH
“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Korintus 13:3 )
Mengapa kasih itu penting? Karena kasih adalah :
- hukum yang paling utama dari Tuhan (Matius 22:36-39)
- anugerah Tuhan yang paling besar (1 Korintus 13:13)
- buah roh kudus yang paling utama (Galatia 5:22)
- menutupi banyak dosa (1 Petrus 4:8)
Kasih adalah “anugerah” dan “buah” yang diberikan kepada kita melalui Roh Kudus agar kita dapat menjalani hidup ini dengan sepenuhnya tanpa kekurangan suatu apapun.
Banyak sekali anak-anak Tuhan yang masih tidak merasa atau percaya bahwa Tuhan sungguh-sungguh peduli dan campur tangan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kebanyakan dari kita masih berpikir bahwasanya rencana Tuhan hanya sebatas membuat kita bertobat, percaya kepada Yesus, dan masuk Sorga. Karena masih banyak yang berpikir bahwa hidup yang berlimpah hanya akan dinikmati setelah kita hidup kita di dunia ini selesai, maka mereka merasa bahwa hidup ini harus dilalui dengan jerih payah yang berat. Menurut saya pribadi ini sangat salah, karena Bapa manakah yang mau anak-Nya hidup susah payah? Justru Tuhan menginginkan kita anak-anak-Nya untuk menikmati hidup kita di dunia ini. Yesus berkata bahwa Ia datang ke dunia ini agar kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam kelimpahan (Yohanes 10:10). Dapatkah kita menerima Firman ini? Karena ini adalah kebenaran yang iblis coba tutup-tutupi agar anak-anak Tuhan menderita, stress, salah ambil pilihan hidup, dan bahkan tidak sedikit menyangkal Tuhan Yesus. Sedangkan tujuan Tuhan bagi kita anak-anak-Nya adalah untuk kita menikmati hidup, hidup berkelimpahan, dan terus berbuah bagi-Nya.
Bila kita sungguh mengerti akan kasih Tuhan dan bagaimana pengaruhnya kasih Tuhan tersebut dalam setiap aspek kehidupan kita, maka kita dapat menjalani hidup ini sepenuhnya sesuai dengan standar yang Tuhan telah tetapkan bagi kita. Hasilnya apa? Kita jadi memiliki segala sesuatu yang kita perlukan dalam rangka mencapai kesuksesan dan kemakmuran dalam segala aspek kehidupan kita, baik itu pelayanan, hubungan keluarga, studi, karir, kesehatan, dan dalam semua aspek kehidupan kita. Yesus berkata :”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5).
Bro & Sis jangan salah mengerti yah, pengertian hidup berkelimpahan disini tidak sama dengan memiliki harta benda yang banyak. Melainkan lebih kepada keutuhan atau kelengkapan hidup seseorang. Uang dan kekayaan tidaklah melengkapi orang yang penyakitan, demikian juga kesehatan tidak melengkapi kekurangan finansial seseorang. Hidup berkelimpahan berarti memiliki kehidupan yang dibimbing, dikuatkan dan disokong penuh dari Sorga dalam rangka memenuhi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita. Namun demikian, dalam rangka kita memiliki kehidupan yang berkelimpahan di mata dunia, pertama-tama kita harus memiliki hidup berkelimpahan dari dalam diri kita terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Kita harus benar-benar mengerti bahwa tanpa kasih karunia Tuhan dalam diri kita, dan tanpa kemauan kita sendiri dalam membagi kasih itu kepada sesama kita, maka semuanya akan menjadi PERCUMA!
Mulailah kita menyebarkan kasih Bapa dari anggota-anggota keluarga kita terlebih dahulu, dan mulai ke lingkungan sekitar kita dimanapun kita berada. Seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 15:9,”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” Bila kita sungguh tinggal dalam kasihNya, kita tahu persis apa yang harus kita lakukan dan bagaimana kita harus bersikap kepada siapapun dalam keadaan apapun.
Doa:
Bapa, terima kasih kami diingatkan kembali tentang betapa besar kasihMu bagiku. Mulai saat ini, aku mau menyebarkan kasihMu yang telah Kau berikan kepadaKu. Berikanlah aku hikmat dan kekuatan untuk memaafkan dan mengasihi juga mereka yang bersalah kepadaku, karena aku tahu dengan demikian namaMu dipermuliakan dan aku akan menyenangkan hatiMu. Karena aku tahu melalui kasihMu yang sempurna, hidupku akan dipulihkan menjadi sesuai dengan kehendakMu.
AMIN.
Pentingnya Firman Bapa bagi kita.
“Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” (Yoh 14:24)
Pernyataan yang dahsyat ini dikatakan oleh seorang Yesus dari Nasaret, yang juga menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hidup. Yesus sendiri adalah Firman Allah, yang dimana melalui-Nya kita menerima hak dan kuasa untuk diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:9-14). Oleh karena itu, maka apapun yang Yesus katakan mengenai diri kita, kehidupan kita, dan masa depan kita, semuanya adalah suatu kebenaran. Selama hidupnya di bumi, Yesus mengutarakan beberapa janji yang ditujukan bagi siapapun yang mempelajari, mencintai, dan melakukan perkataan-perkataanNya.
Seperti halnya janji Yesus pada Yohanes 8:31-32,“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 3 hal yang terdapat dalam janji ini adalah: kedekatan dengan Tuhan, pencerahan akan pengetahuan tentang kebenaran yang sejati mengenai APAPUN, dan kebebasan dari keadaan kita yang berdosa.
Setiap dari kita memiliki pengertian kita masing-masing akan Tuhan, tentang apa yang Tuhan inginkan dari kita, dan juga tentang apa yang Tuhan tawarkan kepada kita. Sedangkan Yesus mengatakan bahwa “barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Dengan mengatakan ini Yesus mengatakan bahwa tidak hanya melalui kata-kataNya saja kita mendapatkan gambaran tentang Tuhan, namun kehidupan pribadi Yesuspun selama di bumi dan semua karyanya memberikan gambaran dan pewahyuan yang sempurna mengenai siapa Tuhan sebenarnya. Sehingga adalah suatu kebenaran bahwa melalui perkataan Yesus, kita jadi mengenal Dia yang memberikan kita hidup.
Dalam Markus 12:30-31 Yesus mengajarkan bahwa hukum Tuhan yang paling utama adalah untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap segala yang kita miliki dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Namun kebanyakan dari kita (termasuk saya sendiri) masih sering lebih mengasihi diri sendiri dibanding sesama kita. Mengapa ini bisa terjadi? Karena Yesus menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia memang lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan manusia jahat (Yohanes 3:19). Karena itulah mengapa kita memerlukan Firman Tuhan untuk mengarahkan kita dalam merencanakan hidup kita, dalam bertindak saat mengambil keputusan, dan juga dalam memiliki hikmat saat berkata-kata. Agar dalam apapun yang kita lakukan kita senantiasa mencerminkan pribadi sebagai anak Allah demi kemuliaan nama Bapa kita.
Melalui Firman-Nya, Yesus telah menyediakan bagi kita semua pencerahan dan kuasa untuk lepas dari kebiasaan-kebiasaan kita yang kedagingan untuk kita menerima semua berkat yang telah tersediakan bagi kita. Pada awalnya mungkin kita hanya melihat ketaatan kita sebagai sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal karena tidak sesuai dengan pengertian ataupun kebiasaan kita dalam menjalani kehidupan ataupun cara kita menyelesaikan suatu masalah. Namun demikian, dalam ketaatan itu justru kita dapat mencerminkan suatu gaya hidup yang memuliakan nama Tuhan dan membuat diri kita sendiri menjadi berkat bagi siapapun di sekitar kita.
Oleh karena itu, marilah kita semua merenungkan kembali kata-kata Yesus yang dahsyat diatas…karena kata-kata itu bukanlah sekedar suatu saran untuk menjalani hidup…melainkan sungguh-sungguh Firman Tuhan yang mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada janji-janjiNya. Agar terjadilah kehendakNya (dan bukan kehendak kita) di kehidupan kita masing-masing seperti di Sorga.
Doa:
Bapa, terima kasih atas FirmanMu yang telah disampaikan kepada kami melalui Yesus Kristus oleh Roh Kudus. Ampunilah apabila kami pernah dengan sengaja maupun tidak telah mengartikan FirmanMu untuk kepentingan diri kami sendiri. Berikanlah kami hati untuk mengasihiMu lebih daripada apapun, agar kami senantiasa seluruh aspek hidupku berkenan dihadapanMu sesuai dengan kehendakMu. Agar dalam apapun yang aku lakukan (pelayanan, keluarga, pekerjaan, karir, studi) nama Bapa dimuliakan.AMIN.
Jumat, 09 November 2012
AIR MATA DI KIRBAT TUHAN
MAZMUR 56:9....
Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu.
Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?
Ayat ini merupakan ungkapan DOA dan SERUAN Daud ketika dia ada dalam pelarian; dimana dia tidak lagi memiliki tempat untuk berpijak....
Daud mengalami PENDERITAAN bukan karena kesalahannya, tetapi dia menerima sengsara tersebut sebagai TANDA PENGABDIAANNYA kepada Tuhan.....
Dalam ayat FT ini ada pelajaran penting bagi kita:
1. Tuhan PEDULI dengan kita....
"Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung" ini menunjukkan bahwa Tuhan turut merasakan apa yang kita alami.....
Jadi adalah SALAH jika kita beranggapan bahwa Tuhan tidak mempedulikan kita karena Tuhan sungguh mau merasakan apa yang kita rasakan.
Dalam 1 Petrus 5:7 Tuhan perduli, Ia memelihara kita.
2. Tuhan mencatat KESUSAHAN kita...
.
"air mataku Kau taruh ke dalam kirbat-Mu". KIRBAT = tempat menyimpan minum, dalam terjemahan bahasa lain diterjemahkan 'catatan'.
Tuhan mencatat kepedihan kita dalam buku-Nya.
Orang percaya harus bersedia menerima SENGSARA sebagai TANDA PENGABDIANNYA kepada Tuhan....
Selama ini telah banyak AIRMATA yang tertumpah bukan karena Tuhan dan bukan untuk Tuhan, melainkan karena dunia dan untuk dunia....
Sekaranglah saatnya kita menumpahkan air mata bagi Tuhan karena sengsara seperti inilah yang dicatat oleh Tuhan di KIRBAT-NYA....
Inilah air mata yang BERHARGA di hadapan Tuhan.
Yang kukehendaki ialah MENGENAL Dia dan KUASA KEBANGKITAN-NYA dan PERSEKUTUAN dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi SERUPA dengan Dia dalam kematian-Nya (FILIPI 3:10)
Surat dari Yesus
Sahabat-Ku yang terkasih, Aku mengasihimu. (Yohanes 15:9) Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. (Yesaya 43.1) Sebelum Aku menciptakan engkau, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau lahir, Aku telah menguduskan engkau. (Yeremia 1:5) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. (Yohanes 15:16)
Aku mengasihi engkau dengan ka
sih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. (Yeremia 31:3) Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia (Yesaya 43:4) Masakan Aku membiarkan engkau? Kasih-Ku padamu terlalu besar. (Hosea 11:8)
Aku sangat mengasihimu hingga aku disalibkan di Kalvari. Aku mati untuk
engkau, dan bila engkau percaya pada-Ku, engkau akan memperoleh
kehidupan kekal. (Yohanes 3:16)
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak
menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak
akan melupakan engkau. Aku tak dapat melupakan engkau (Yesaya 49:15) Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13) AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. (Matius 28:20) Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada-Ku. (Yohanes 14:1)
Akulah yang menolong engkau. (Yesaya 41:14)
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau.
Kesukaran yang kau hadapi tidak akan menghanyutkanmu. Pencobaan berat
yang datang tak akan mencelakakanmu. (Yesaya 43:2) Sekalipun
engkau berjalan dalam lembah kekelaman, janganlah takut karena Aku
bersamamu. Gada-Ku dan tongkat-Ku menghiburmu. Aku akan memimpinmu di
jalan kebenaran. (Mazmur 23)
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak
seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar
hatimu. (Yohanes 14:27) Damai sejahtera yang Kuberikan padamu melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu. (Filipi 4:7)
Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan takut dan tidur dengan nyenyak. (Amsal 3:24) Sebab Aku membiarkan engkau beristirahat dengan aman. (Mazmur 4:8) Sebab mata-Ku tertuju pada mu dan memberikan pengharapan padamu. (Mazmur 33:18)
Engkau akan beroleh jalan masuk. Di dalam kasih karunia ini engkau
berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:2)
Aku akan memberikan sukacita dan damai sejahtera. Bukit-bukit akan
bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di
padang akan bertepuk tangan. (Yesaya 55:12)
Mungkin kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (Yohanes 16:22) Rambut kepalamupun terhitung semuanya, jadi jangan takut akan segala sesuatu. (Matius 10:30) Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu. (Yesaya 54.10) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28) Maka datanglah sahabat-Ku terkasih, datanglah. Aku akan membawamu dalam keheningan dan Aku akan berbicara dari hati ke hati. Aku benar dan setia. Aku akan menunjukkan kasih-Ku yang tak berubah dan menjadikan engkau kepunyaan-Ku selalu. Aku akan menepati janji-Ku, dan engkau kemudian akan mengenal-Ku sebagaimana belum pernah terjadi sebelumnya. Aku adalah Aku. (Keluaran 3:14) Aku adalah TUHAN, Allahmu (Hosea 13:4)
Tanpa judul
Ada apa dengan saya akhir2 ini Tuhan???
Mengapa Kau buat semua seakan tak berarti??
Bahkan harapanpun perlahan terbang jauh ntah kemana dan hilang....
Tolong Tuhan, jangan biarkan saya jatuh lagi dalam kesalahan yg sama...
Biarkan saya berjuang dan memperbaiki semuanya....
Dalam nama Yesus, putera, Roh kudus, Amin...
Langganan:
Postingan (Atom)