Selasa, 13 November 2012

Hidup dalam kasih........dan pengampunan.


“Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Jawab Petrus kepada-Nya:”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya:”Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yohanes 21:25)


Kita semua tahu kelanjutan dari firman ini, dimana Tuhan Yesus memberikan pertanyaan ini kepada Petrus dua kali lagi sehingga membuat Petrus menjadi sangat sedih karena merasa bersalah telah menyangkal Yesus. Kita semua pernah seperti Petrus, dimana kita merasa sangat berdosa setelah melanggar Firman Tuhan. Karena itu pengampunan adalah hadiah kasih karunia dari Tuhan. Dan dahsyatnya Tuhan kita adalah : seberapapun parahnya dosa kita, dan seberapa seringpun kita berbuat dosa, Tuhan tidak akan menarik kembali hadiah itu . “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.”(Roma 11:29)


Kasih adalah kata kerja, bukan kata benda, dan juga bukan kata sifat. Tuhan Yesus telah memerintahkan Petrus, seseorang yang telah berdosa dan menyangkal Yesus, untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Demikian juga kepada kita, Yesus menghendaki kita untuk memenuhi tujuan hidup kita dengan berjalan dalam kasih.


“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” (Kolose 3:13)


Perlukah anda bantuan kekuatan Tuhan untuk mengahadapi semua permasalahan kita setiap hari dengan kesabaran? Saya pribadi sih butuh banget! Dan ternyata Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang khusus bagi kita agar kita dapat menjalankan kehendak-Nya dalam hidup ini, yaitu : PENGAMPUNAN, yang lahir dari hati yang penuh kasih.


Ada dari kalian yang mulai berpikir: “Ya elah, pengampunan lagi…pengampunan lagi..disuruh sabar lagi disuruh sabar lagi.., kesabaran orang khan ada batasnya!”. Sabar yah bro, sis, karena kita harus mengerti dulu apa sih pentingnya pengampunan itu? Karena dengan tidak mengampuni orang yang salah sama kita, kita tidak menyakiti orang itu, justru yang kita sakiti adalah diri kita sendiri. Selain itu, Tuhan Yesus pun mengajarkan bahwa bila kita mengampuni orang lain, maka Bapa juga akan mengampuni kita (Matius 18:21-35).


Pernahkah anda meminta pengampunan Tuhan sejak anda bertobat? Kira-kira anda akan memerlukan pengampunan Tuhan lagi tidak di masa depan anda? Ataukah anda dapat menjamin bahwa anda tidak akan berbuat dosa lagi seumur hidup ini? Makanya, kalau kita mengampuni orang lain, maka kitapun akan diampuni juga. Keputusan kita untuk berjalan dalam kasih adalah jalan bagi pengampunan Tuhan untuk diberikan kepada kita saat kita memerlukannya. Tapi ingat ini adalah keputusan kita sendiri, karena pengampunan bukanlah suatu perasaan namun sebuah pilihan. 

Mengampuni seseorang berarti kita memutuskan bahwa perbuatan mereka yang salah(apapun atau bagaimanapun bentuknya) tidak akan mempengaruhi pilihan yang telah kita tentukan. Melainkan kita akan meresponinya secara alkitabiah.


Tuhan menghendaki kita untuk berjalan dalam kasih. Dimana kasih itu akan menjaga perasaan kita untuk tetap tenang dan sabar seperti yang ditulis dalam 1 Korintus 13:4-7. Dan bila kita memiliki kasih yang dari Tuhan ini, pastinya sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hidup kita.


Doa:

Bapa, terima kasih telah mengampuni semua dosa dan kesalahanku yang telah aku lakukan dengan sengaja maupun tidak. Aku mengucap syukur akan kasih karunia-Mu yang terus melimpah dalam kehidupanku. Berikanlah aku kekuatan ya Bapa, untuk mengampuni dan mengasih...............(isi dengan nama orang yang keluar pertama kali dalam pikiran kita). Walau sangat berat bagiku, namun sebagai anak-Mu aku mau menyenangkan hati-Mu ya Bapa. Karena seperti halnya Petrus, akupun mengasihi Engkau lebih daripada apapun. AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar