Hidup dalam kasih........dan pengampunan.
“Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon,
anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?
Jawab Petrus kepada-Nya:”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi
Engkau.” Kata Yesus kepadanya:”Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yohanes
21:25)
Kita semua tahu kelanjutan dari firman ini, dimana
Tuhan Yesus memberikan pertanyaan ini kepada Petrus dua kali lagi
sehingga membuat Petrus menjadi sangat sedih karena merasa bersalah
telah menyangkal Yesus. Kita semua pernah seperti Petrus, dimana kita
merasa sangat berdosa setelah melanggar Firman Tuhan. Karena itu
pengampunan adalah hadiah kasih karunia dari Tuhan. Dan dahsyatnya Tuhan
kita adalah : seberapapun parahnya dosa kita, dan seberapa seringpun
kita berbuat dosa, Tuhan tidak akan menarik kembali hadiah itu . “Sebab
Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.”(Roma 11:29)
Kasih
adalah kata kerja, bukan kata benda, dan juga bukan kata sifat. Tuhan
Yesus telah memerintahkan Petrus, seseorang yang telah berdosa dan
menyangkal Yesus, untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Demikian juga kepada
kita, Yesus menghendaki kita untuk memenuhi tujuan hidup kita dengan
berjalan dalam kasih.
“Karena itu, sebagai orang-orang
pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas
kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”
(Kolose 3:13)
Perlukah anda bantuan kekuatan Tuhan untuk
mengahadapi semua permasalahan kita setiap hari dengan kesabaran? Saya
pribadi sih butuh banget! Dan ternyata Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu
yang khusus bagi kita agar kita dapat menjalankan kehendak-Nya dalam
hidup ini, yaitu : PENGAMPUNAN, yang lahir dari hati yang penuh kasih.
Ada
dari kalian yang mulai berpikir: “Ya elah, pengampunan lagi…pengampunan
lagi..disuruh sabar lagi disuruh sabar lagi.., kesabaran orang khan ada
batasnya!”. Sabar yah bro, sis, karena kita harus mengerti dulu apa sih
pentingnya pengampunan itu? Karena dengan tidak mengampuni orang yang
salah sama kita, kita tidak menyakiti orang itu, justru yang kita sakiti
adalah diri kita sendiri. Selain itu, Tuhan Yesus pun mengajarkan bahwa
bila kita mengampuni orang lain, maka Bapa juga akan mengampuni kita
(Matius 18:21-35).
Pernahkah anda meminta pengampunan
Tuhan sejak anda bertobat? Kira-kira anda akan memerlukan pengampunan
Tuhan lagi tidak di masa depan anda? Ataukah anda dapat menjamin bahwa
anda tidak akan berbuat dosa lagi seumur hidup ini? Makanya, kalau kita
mengampuni orang lain, maka kitapun akan diampuni juga. Keputusan kita
untuk berjalan dalam kasih adalah jalan bagi pengampunan Tuhan untuk
diberikan kepada kita saat kita memerlukannya. Tapi ingat ini adalah
keputusan kita sendiri, karena pengampunan bukanlah suatu perasaan namun
sebuah pilihan.
Mengampuni seseorang berarti kita memutuskan
bahwa perbuatan mereka yang salah(apapun atau bagaimanapun bentuknya)
tidak akan mempengaruhi pilihan yang telah kita tentukan. Melainkan kita
akan meresponinya secara alkitabiah.
Tuhan menghendaki
kita untuk berjalan dalam kasih. Dimana kasih itu akan menjaga perasaan
kita untuk tetap tenang dan sabar seperti yang ditulis dalam 1 Korintus
13:4-7. Dan bila kita memiliki kasih yang dari Tuhan ini, pastinya
sukacita dan damai sejahtera akan memenuhi hidup kita.
Doa:
Bapa,
terima kasih telah mengampuni semua dosa dan kesalahanku yang telah aku
lakukan dengan sengaja maupun tidak. Aku mengucap syukur akan kasih
karunia-Mu yang terus melimpah dalam kehidupanku. Berikanlah aku
kekuatan ya Bapa, untuk mengampuni dan mengasih...............(isi
dengan nama orang yang keluar pertama kali dalam pikiran kita). Walau
sangat berat bagiku, namun sebagai anak-Mu aku mau menyenangkan hati-Mu
ya Bapa. Karena seperti halnya Petrus, akupun mengasihi Engkau lebih
daripada apapun. AMIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar