Lelah kali ini melangkah
Melewati lembah, bukit, dan mengarungi dalam nya samudra
Tawa, sedih dan air mata bagai teman setia
Senang, bahagia, tak kunjung datang menjalang
Namun apa hendak dikata
Ombak tak lagi setia pada pantai
Matahari enggan menyinari
Rembulan hilang ditelan awan
Bintang-bintangpun pergi entah kemana
Wahai matahari
Kenapa engkau enggan menyinari???
Kamu bintang
Kenapa engkau bersembunyi???
Dan engkau bulan kenapa mau dihalangi awan???
Bukankah engkau matahari telah berjajni menyinari
Bulan menjadi penerang
Dan bintang menghiasi malam
Lantas kenapa engkau pergi
Berlalu dengan janji-janjimu
Apakah egkau takut terhina dengan keadaan ini
Malu dengan kenyataan
Benci pada kenistaan
Hingga engkau berpaling
Terlalu hina kah diri ini
Terlalu nistakah dimanta mu
Jumat, 31 Agustus 2012
TERTUTUP
semua jelas tehampar di depanku
kehidupan yg direnggut
mimpi2 asa juga siap jalan
pintu dan gang2 yg tertutup
tak bisa teruskan
tapi tak juga boleh berhenti
dlu harapan2 yg sederas hujan yg mengalir
membasahi setiap langkah dan juga jiwa
sekarang kering
diterpa musim kemarau dan hilang dalam debu2tak berjejak
dengan apa lagi tangan ini mengapai
bila semua itu jatuh satu2 seperti gerimis
yg menghapus setiap jejak.
membaringkan tubuh yg rapuh renta
malam ini kucoba pejamkan mata
dan berharap hari esok tak pernah ada,…
kehidupan yg direnggut
mimpi2 asa juga siap jalan
pintu dan gang2 yg tertutup
tak bisa teruskan
tapi tak juga boleh berhenti
dlu harapan2 yg sederas hujan yg mengalir
membasahi setiap langkah dan juga jiwa
sekarang kering
diterpa musim kemarau dan hilang dalam debu2tak berjejak
dengan apa lagi tangan ini mengapai
bila semua itu jatuh satu2 seperti gerimis
yg menghapus setiap jejak.
membaringkan tubuh yg rapuh renta
malam ini kucoba pejamkan mata
dan berharap hari esok tak pernah ada,…
Serasa tak berarti
akulah manusia hina,
akulah manusia yg penuh dosa
yang selalu merasa ragu akan semua rasa cinta” dan kasi sayang Mu Tuhan
aku yang selalu benci dengan hidup ku yg selama ini ku jalani penuh dengan keputus asa'an,
aku yang selalu merasa benci sa’at ku merasa hati ku’ tersakiti.
akulah yang selalu menyimpan dendam dalam hati ku sa’at ku merasa tela di hiyanati,
dan akulah yang selalu tak bisa mema’afkan setiap kesalahan yang seharus nya ku ma’afkan.
sa’at ku terpuruk dan jatuh’
sa’at ku di hiyanati dan di sakiti’
hanya aku dan perasa’an inilah yang mengerti betapa perihnya rasa di hati ini.
dan saa’at ku mencoba mendekatkan diri padaMu wahai sang pencipta’
maka sa’at itu aku berharap mungkin engkau akan mendengarkan rintihan dan pinta ku
tapi entah mengapa aku selalu merasa setiap sa’at ku meminta pada Mu
maka sa’at itu juga aku merasa jika eEgkau tak mendengarkan pinta ku
dan sa’atku merintih, memohon semua ke adilanMu, akupun tetap merasa jika Engkau tak pernah menghiraukan semua rasa ku,
dan sa’at ku menghrapkan ke adilan Mu dan kasi sayangMu aku merasa jika Engkau sama sekali tak melihat semua rasa sakit ku.
aku merasa begitu sulit bagiku untuk menggapai kasih sayang dan ke adilan Mu,
mengapa setiap orang yang ku kasihi, ku sayangi, dan ku cintai’
selama ini…. tak perna bisa ku miliki.
dan setiap hal yg ku inginkan dan ku harapkan tak pernah Engkau berikan……..
kemana lagi aku harus mencari ke adilan Mu,
lelah sudah rasanya hati ku’ terus dan terus mencari.
ku mohon padaMu Tuhanm,,, tunjukanlah kasih dan sayangMu padaku,
yang mungkin akan mampu menyadarkanku dari keterpurukan ku selama ini.,..
akulah manusia yg penuh dosa
yang selalu merasa ragu akan semua rasa cinta” dan kasi sayang Mu Tuhan
aku yang selalu benci dengan hidup ku yg selama ini ku jalani penuh dengan keputus asa'an,
aku yang selalu merasa benci sa’at ku merasa hati ku’ tersakiti.
akulah yang selalu menyimpan dendam dalam hati ku sa’at ku merasa tela di hiyanati,
dan akulah yang selalu tak bisa mema’afkan setiap kesalahan yang seharus nya ku ma’afkan.
sa’at ku terpuruk dan jatuh’
sa’at ku di hiyanati dan di sakiti’
hanya aku dan perasa’an inilah yang mengerti betapa perihnya rasa di hati ini.
dan saa’at ku mencoba mendekatkan diri padaMu wahai sang pencipta’
maka sa’at itu aku berharap mungkin engkau akan mendengarkan rintihan dan pinta ku
tapi entah mengapa aku selalu merasa setiap sa’at ku meminta pada Mu
maka sa’at itu juga aku merasa jika eEgkau tak mendengarkan pinta ku
dan sa’atku merintih, memohon semua ke adilanMu, akupun tetap merasa jika Engkau tak pernah menghiraukan semua rasa ku,
dan sa’at ku menghrapkan ke adilan Mu dan kasi sayangMu aku merasa jika Engkau sama sekali tak melihat semua rasa sakit ku.
aku merasa begitu sulit bagiku untuk menggapai kasih sayang dan ke adilan Mu,
mengapa setiap orang yang ku kasihi, ku sayangi, dan ku cintai’
selama ini…. tak perna bisa ku miliki.
dan setiap hal yg ku inginkan dan ku harapkan tak pernah Engkau berikan……..
kemana lagi aku harus mencari ke adilan Mu,
lelah sudah rasanya hati ku’ terus dan terus mencari.
ku mohon padaMu Tuhanm,,, tunjukanlah kasih dan sayangMu padaku,
yang mungkin akan mampu menyadarkanku dari keterpurukan ku selama ini.,..
Kamis, 30 Agustus 2012
Tak mampu menjadi apa yg kalian pinta
Mungkin hadirnya saya saat ini hanya menjadi beban untuk kalian,... bahkan membuat kalian merasa tidak nyaman,..
Maaf pula,.. mungkin akhir2 ini saya terlihat amat menjengkelkan bagi kalian,,
Tak apa pula bila kalian menganggap saya sebagai penjahat,...
Tapi asal kalian tau, saya begitu amat teramat sangat sayang kalian semua,...
Maka dari itu saya putuskan untuk menjauh dan berusaha membuat kalian benci terhadap saya..
Tak ada maksud dan alasan apapun kecuali membuat kalian bahagia,...
Saya menjauh bukan karena saya benci, melainkan karena saya malu terhadap diri saya sendiri,....
Menjadi apa yg saya inginkan saja belum mampu, apa lagi menjadi apa yg seperti kalian pinta,..
Mungkin bagi kalian saya tak ada apa2nya, saya pecudang, dan saya orang yg paling bodoh didunia ini,.
Tapi asal kalian tau, itu semua tak kan merubah rasa sayang saya terhadap kalian semua,.....
Maaf,....
Jumat, 24 Agustus 2012
Catatan si bodoh!
Dari si Bodoh
oleh Asmawa Dipa Daniswari pada 8 Juli 2012 pukul 7:55 ·
Kenyataan yang di terima telah membuat,
Luka tak terkatakan
Sakit tak terkirakan….
Tertekan tak tertahankan….
Rendah diri yang tersingkap terang ….
Telah mencabik, memporak porandakan,
dan menghancurkan kepercayaan diri
yang di tegakkan dengan kekuatan diri yang rapuh dan lemah.
Pupus semua harapan yang dicoba semaikan dalam atmosfir kehidupan
Pernyataan itu telah,
Menarik langkah kaki kembali ke belakang.
Menyadarkan siapa diri,
Sebuah kertas yang penuh coretan tinta hitam dan merah
Menyembunyikan diri dalam samudera sunyi, sepi dan duka.
Berdiam dalam gelombang kehancuran,
Terhempas pada terjalnya karang kepahitan anggapan.
Kini Biarkanlah
Bersila diatas batu nisan
Memejamkan mata, mematikan rasa
Menghilang dari dunia alam kebahagian
Memendam keinginan dalam kuburan kenangan
Menegak pahitnya tudingan yang tak berwujud nyata
Selamanya alam ini akan tetap gelap dalam bayangan
Dalam buaian siksaan rasa dan tuduhan
Sendiri dalam kematian yang hidup
Terjalin dalam kepahitan
Kosong hampa
Luka tak terkatakan
Sakit tak terkirakan….
Tertekan tak tertahankan….
Rendah diri yang tersingkap terang ….
Telah mencabik, memporak porandakan,
dan menghancurkan kepercayaan diri
yang di tegakkan dengan kekuatan diri yang rapuh dan lemah.
Pupus semua harapan yang dicoba semaikan dalam atmosfir kehidupan
Pernyataan itu telah,
Menarik langkah kaki kembali ke belakang.
Menyadarkan siapa diri,
Sebuah kertas yang penuh coretan tinta hitam dan merah
Menyembunyikan diri dalam samudera sunyi, sepi dan duka.
Berdiam dalam gelombang kehancuran,
Terhempas pada terjalnya karang kepahitan anggapan.
Kini Biarkanlah
Bersila diatas batu nisan
Memejamkan mata, mematikan rasa
Menghilang dari dunia alam kebahagian
Memendam keinginan dalam kuburan kenangan
Menegak pahitnya tudingan yang tak berwujud nyata
Selamanya alam ini akan tetap gelap dalam bayangan
Dalam buaian siksaan rasa dan tuduhan
Sendiri dalam kematian yang hidup
Terjalin dalam kepahitan
Kosong hampa
Will be the best for your family
Hidupku
apa adanya.. sehingga kadang hidupku terlihat tanpa beban. Bullsyit.. !
sypa bilang hidupku tanpa beban. Sesungguhnya, hidup ku penuh dengan
beban berat. Memikul nya sendirian dan hanya pasrah kapan tonggak
hidupku aku roboh. Ya, karena kekuatan ku terbatas.
aku tak bisa terus-menerus seperti dulu saat aku kecil Yang diam jika ditendang, membisu saat dipermasalahkan, dan hal buruk lain yang dulu sampai sekarang menyiksa kehidupan singkatku.
Memulai hidup, penuh dengan ketakutan dan tuntutan . itu kehidupan baruku. Kehancuran hidupku dimulai dari aku duduk di bangku kelas 1 SMP. Aku hancur karena keluarga ku sendiri. Tapi keluarga ku tak sadari itu hingga sekarang. Pahitnya hidupku bermula dikeluargaku.
Keluarga ku hidup dengan berbagai kekerasan, sehingga tak jarang aku dan adik-adikku menjerit menangis karena kelakuan kedua orang tuaku yang tak mampu aku mengerti disaat itu. Bertahun-tahun ku lalui , seolah tak pernah ada kejadian yang mengerikan tersebut.
Aku sudah cukup tersakiti oleh keluarga ku sendiri, orang disekitarku seolah tertawa riang saat hancurnya kehidupan keluargaku. Kini aku bertahan dengan semua masa lalu yang kelam. Aku berharap bayang suram itu takkan datang lagi setelah ku beranjak dewasa. Sekarang aku duduk dibangku SMA. Tak tersadari sudah 3 tahun lebih lamanya aku bertahan dalam kehancuran itu.
Ternyata kehidupanku dulu, menjadikan ku orang yang kadang tertawa seperti orang gila, kadang aku marah tanpa ada alasan, menangis, melamun, dan sifat-sifat lain akibat kerusakan keluargaku. Tak jarang aku suka marah-marah tanpa alasan terhadap orang disekelilingku, terkadang aku pun merasa iri dengan teman-temanku yang memiliki keluarga bahagia tak seperti aku. Aku terus menerus bersifat seperti ini selama bertahun-tahun.
Dirumah, aku pun selalu disalahkan. Semua amarah kedua orangtuaku dilampiaskan terhadapku. Aku sudah biasa akan hal itu. Ya , karena aku tak punya dukungan untuk menghindar dari semua itu. Aku anak tertua, dan aku pun dituntut untuk bisa jadi panutan yang benar terhadap adik-adikku.
sepenuhnya bukan hanya aku jadi korban kehancuran ini. aku sadar mama pun ikut hancur. Tapi aku tetap akan mengartikan bahwa ini kesalahan kedua orangtuaku. Lihat aku sekarang, kelakuan mereka terhadapku dirumah menjadi kelakuan yang ku tunjukkan kepada orang luar. Aku dianggap orang paling pemarah dimana pun aku berada. Aku sering murung. Kadang aku berpikir. Sudah sekian lama aku bertahan dikehancuran. Kapan aku mengakhirinya. Selain keluarga aku pun tak punyai teman yang benar-benar memahamiku. Yya sungguh kasihan hidupku. Aku punyai banyak teman, tapi mereka seolah jadikan ku hanya sebagai tempat disaat mereka terlupakan Dari teman yang lain. Gak butuh ya lupa sama aku.
PUASKAH kalian mendengar ceritaku. Yya kalian orang beruntung tak seperti aku. Hargai apa yang ada disekitarmu, jangan jadikan teman sebagai tempatmu saat sedih sajja. Pahami dan mengertilah, siapa yang mampu memahamimu. Sypa yang mampu mengertimu. Kemudian jaga lah dengan baik. Sebelum kalian kehilangan dan mungkin menyesal seumur hidup.
aku tak bisa terus-menerus seperti dulu saat aku kecil Yang diam jika ditendang, membisu saat dipermasalahkan, dan hal buruk lain yang dulu sampai sekarang menyiksa kehidupan singkatku.
Memulai hidup, penuh dengan ketakutan dan tuntutan . itu kehidupan baruku. Kehancuran hidupku dimulai dari aku duduk di bangku kelas 1 SMP. Aku hancur karena keluarga ku sendiri. Tapi keluarga ku tak sadari itu hingga sekarang. Pahitnya hidupku bermula dikeluargaku.
Keluarga ku hidup dengan berbagai kekerasan, sehingga tak jarang aku dan adik-adikku menjerit menangis karena kelakuan kedua orang tuaku yang tak mampu aku mengerti disaat itu. Bertahun-tahun ku lalui , seolah tak pernah ada kejadian yang mengerikan tersebut.
Aku sudah cukup tersakiti oleh keluarga ku sendiri, orang disekitarku seolah tertawa riang saat hancurnya kehidupan keluargaku. Kini aku bertahan dengan semua masa lalu yang kelam. Aku berharap bayang suram itu takkan datang lagi setelah ku beranjak dewasa. Sekarang aku duduk dibangku SMA. Tak tersadari sudah 3 tahun lebih lamanya aku bertahan dalam kehancuran itu.
Ternyata kehidupanku dulu, menjadikan ku orang yang kadang tertawa seperti orang gila, kadang aku marah tanpa ada alasan, menangis, melamun, dan sifat-sifat lain akibat kerusakan keluargaku. Tak jarang aku suka marah-marah tanpa alasan terhadap orang disekelilingku, terkadang aku pun merasa iri dengan teman-temanku yang memiliki keluarga bahagia tak seperti aku. Aku terus menerus bersifat seperti ini selama bertahun-tahun.
Dirumah, aku pun selalu disalahkan. Semua amarah kedua orangtuaku dilampiaskan terhadapku. Aku sudah biasa akan hal itu. Ya , karena aku tak punya dukungan untuk menghindar dari semua itu. Aku anak tertua, dan aku pun dituntut untuk bisa jadi panutan yang benar terhadap adik-adikku.
sepenuhnya bukan hanya aku jadi korban kehancuran ini. aku sadar mama pun ikut hancur. Tapi aku tetap akan mengartikan bahwa ini kesalahan kedua orangtuaku. Lihat aku sekarang, kelakuan mereka terhadapku dirumah menjadi kelakuan yang ku tunjukkan kepada orang luar. Aku dianggap orang paling pemarah dimana pun aku berada. Aku sering murung. Kadang aku berpikir. Sudah sekian lama aku bertahan dikehancuran. Kapan aku mengakhirinya. Selain keluarga aku pun tak punyai teman yang benar-benar memahamiku. Yya sungguh kasihan hidupku. Aku punyai banyak teman, tapi mereka seolah jadikan ku hanya sebagai tempat disaat mereka terlupakan Dari teman yang lain. Gak butuh ya lupa sama aku.
PUASKAH kalian mendengar ceritaku. Yya kalian orang beruntung tak seperti aku. Hargai apa yang ada disekitarmu, jangan jadikan teman sebagai tempatmu saat sedih sajja. Pahami dan mengertilah, siapa yang mampu memahamimu. Sypa yang mampu mengertimu. Kemudian jaga lah dengan baik. Sebelum kalian kehilangan dan mungkin menyesal seumur hidup.
Slalu menjadi anak hebatmu
I dont know if I awake or asleep when I wrote this shit, maavkan ku tak
pernah bisa buatmu tersenyum di harimu, hanya buatmu menangis memikirkan
tingkah dan polahku untuk masa depanku, nasihat darimu tak ku
dengarkan, semua yang kau mau untukku tak ku wujudkan, rasa egois yang
ada dalam diriku, membuat ku merasa tlah dewasa dan mampu jauh darimu,
tapi semua itu palsu, sampai kapanpun kan tetap ku butuhkan sosok damai
dalam dirimu mama, yakinku kan sanggup buat kau tersenyum bahagia dan
bangga suatu saat nanti, tersenyumlah pada harimu ini, semua milikmu,
tak ada kasih seindah kasih sayangmu, tangis teriakan kedatanganku di
dunia smentara ini kau sambut dengan tangis haru bercampur rasa bahagia
yg terdalam untuk sempurnakan hidupmu, taukah kau mama??, semua laramu kan
jadi dukaku, tersadar dalam benak pikiranku, semua ridho Sang Kuasa ada
padamu dirimu,.., i’ll give the best fo u, I promise it, I
can’t walk around this world alone, without u inside my heart, felt
hard to pass all of ma way without ur guard, even if u’re not here with
me to face the world, kau yang kucinta tak pernah kurasa, setiap marahmu
dan kerasmu padaku adalah sebuah ungkapan sayangmu yg selalu peduli
untuk diriku menatap masa yang akan datang, aware that I can’t give back
all of ur affection for me, u make me feel more confdence to face this
life, u always here deep inside my heart amorously, i know u’ll leave
me, but ur name never go away from ma life, u’ll always live forever
here in ma way, specially deep inside my heart to realize what u want
from me, setiap anganmu kan muncul menjadi pacuan hidup bagiku, cita dan
mimpimu kan merasuk dalam jauh dilubuk hatiku tuk wujudkan semua yang
kau mau, sebisa mungkin ku tunjukkan padamu kalau aku mampu untuk
menjadi terbaik, anak hebat yg slalu bisa melindungimu,... tidak rapuh,... dan slalu menjadi yg hebat maupun yg terbaik,..
Tanpa judul
Tanpa ada papa,.. kau tetap bertahan,...
Walau ku tau, sebenarmya kaupun tak mampu,..
Tapi dedapan anakmu,...
Kau slalu berusaha menjadi wanita yg hebat,...
Terkadang akupun berfikir,... mengapa disaat mama berusaha untuk kuat dan menata untuk melanjutkan hidup,.. sedangkan aku malah selalu berusaha untuk menghancurkan hidupku sendiri,...
Seribu pertanyaan melingkari otakku,...
Mengapa mama bisa??? dan mengapa saya tidak,...????
Mengapa mama kuat???? dan mengapa saya rapuh,...???
Dan masih banyak lagi pertanyaan yg membuat saya slalu menyalahkan diri saya sendiri,...
Bahkan sampai saat inipun saya tidak tau,..
Apa saya masih bisa melanjutkan untuk meraih mimpi saya,...
Apa saya masih bisa bertahan melewati semuanya,...
Dan apa iya saya masih bisa tersenyum dalam keadaan yg seperti ini,...
Jujur saya malu pada diri saya sendiri,...
Itu yg membuat saya berontak, marah, dan slalu berusaha untuk merusak dan menghancurkan diri maupun hidup saya sendiri,...
Saya slalu berharap,... semoga semua ini hanyalah bunga tidur yg akan berakhir jika saya terbangun nanti,...
Tapi apa daya,..??? Inilah adanya,..
Dan mungkin memang ini yg terbaik,... Mungkin,...
Langganan:
Postingan (Atom)