Hidupku
apa adanya.. sehingga kadang hidupku terlihat tanpa beban. Bullsyit.. !
sypa bilang hidupku tanpa beban. Sesungguhnya, hidup ku penuh dengan
beban berat. Memikul nya sendirian dan hanya pasrah kapan tonggak
hidupku aku roboh. Ya, karena kekuatan ku terbatas.
aku tak bisa terus-menerus seperti dulu saat aku kecil Yang diam jika ditendang, membisu saat dipermasalahkan, dan hal buruk lain yang dulu sampai sekarang menyiksa kehidupan singkatku.
Memulai hidup, penuh dengan ketakutan dan tuntutan . itu kehidupan baruku. Kehancuran hidupku dimulai dari aku duduk di bangku kelas 1 SMP. Aku hancur karena keluarga ku sendiri. Tapi keluarga ku tak sadari itu hingga sekarang. Pahitnya hidupku bermula dikeluargaku.
Keluarga ku hidup dengan berbagai kekerasan, sehingga tak jarang aku dan adik-adikku menjerit menangis karena kelakuan kedua orang tuaku yang tak mampu aku mengerti disaat itu. Bertahun-tahun ku lalui , seolah tak pernah ada kejadian yang mengerikan tersebut.
Aku sudah cukup tersakiti oleh keluarga ku sendiri, orang disekitarku seolah tertawa riang saat hancurnya kehidupan keluargaku. Kini aku bertahan dengan semua masa lalu yang kelam. Aku berharap bayang suram itu takkan datang lagi setelah ku beranjak dewasa. Sekarang aku duduk dibangku SMA. Tak tersadari sudah 3 tahun lebih lamanya aku bertahan dalam kehancuran itu.
Ternyata kehidupanku dulu, menjadikan ku orang yang kadang tertawa seperti orang gila, kadang aku marah tanpa ada alasan, menangis, melamun, dan sifat-sifat lain akibat kerusakan keluargaku. Tak jarang aku suka marah-marah tanpa alasan terhadap orang disekelilingku, terkadang aku pun merasa iri dengan teman-temanku yang memiliki keluarga bahagia tak seperti aku. Aku terus menerus bersifat seperti ini selama bertahun-tahun.
Dirumah, aku pun selalu disalahkan. Semua amarah kedua orangtuaku dilampiaskan terhadapku. Aku sudah biasa akan hal itu. Ya , karena aku tak punya dukungan untuk menghindar dari semua itu. Aku anak tertua, dan aku pun dituntut untuk bisa jadi panutan yang benar terhadap adik-adikku.
sepenuhnya bukan hanya aku jadi korban kehancuran ini. aku sadar mama pun ikut hancur. Tapi aku tetap akan mengartikan bahwa ini kesalahan kedua orangtuaku. Lihat aku sekarang, kelakuan mereka terhadapku dirumah menjadi kelakuan yang ku tunjukkan kepada orang luar. Aku dianggap orang paling pemarah dimana pun aku berada. Aku sering murung. Kadang aku berpikir. Sudah sekian lama aku bertahan dikehancuran. Kapan aku mengakhirinya. Selain keluarga aku pun tak punyai teman yang benar-benar memahamiku. Yya sungguh kasihan hidupku. Aku punyai banyak teman, tapi mereka seolah jadikan ku hanya sebagai tempat disaat mereka terlupakan Dari teman yang lain. Gak butuh ya lupa sama aku.
PUASKAH kalian mendengar ceritaku. Yya kalian orang beruntung tak seperti aku. Hargai apa yang ada disekitarmu, jangan jadikan teman sebagai tempatmu saat sedih sajja. Pahami dan mengertilah, siapa yang mampu memahamimu. Sypa yang mampu mengertimu. Kemudian jaga lah dengan baik. Sebelum kalian kehilangan dan mungkin menyesal seumur hidup.
aku tak bisa terus-menerus seperti dulu saat aku kecil Yang diam jika ditendang, membisu saat dipermasalahkan, dan hal buruk lain yang dulu sampai sekarang menyiksa kehidupan singkatku.
Memulai hidup, penuh dengan ketakutan dan tuntutan . itu kehidupan baruku. Kehancuran hidupku dimulai dari aku duduk di bangku kelas 1 SMP. Aku hancur karena keluarga ku sendiri. Tapi keluarga ku tak sadari itu hingga sekarang. Pahitnya hidupku bermula dikeluargaku.
Keluarga ku hidup dengan berbagai kekerasan, sehingga tak jarang aku dan adik-adikku menjerit menangis karena kelakuan kedua orang tuaku yang tak mampu aku mengerti disaat itu. Bertahun-tahun ku lalui , seolah tak pernah ada kejadian yang mengerikan tersebut.
Aku sudah cukup tersakiti oleh keluarga ku sendiri, orang disekitarku seolah tertawa riang saat hancurnya kehidupan keluargaku. Kini aku bertahan dengan semua masa lalu yang kelam. Aku berharap bayang suram itu takkan datang lagi setelah ku beranjak dewasa. Sekarang aku duduk dibangku SMA. Tak tersadari sudah 3 tahun lebih lamanya aku bertahan dalam kehancuran itu.
Ternyata kehidupanku dulu, menjadikan ku orang yang kadang tertawa seperti orang gila, kadang aku marah tanpa ada alasan, menangis, melamun, dan sifat-sifat lain akibat kerusakan keluargaku. Tak jarang aku suka marah-marah tanpa alasan terhadap orang disekelilingku, terkadang aku pun merasa iri dengan teman-temanku yang memiliki keluarga bahagia tak seperti aku. Aku terus menerus bersifat seperti ini selama bertahun-tahun.
Dirumah, aku pun selalu disalahkan. Semua amarah kedua orangtuaku dilampiaskan terhadapku. Aku sudah biasa akan hal itu. Ya , karena aku tak punya dukungan untuk menghindar dari semua itu. Aku anak tertua, dan aku pun dituntut untuk bisa jadi panutan yang benar terhadap adik-adikku.
sepenuhnya bukan hanya aku jadi korban kehancuran ini. aku sadar mama pun ikut hancur. Tapi aku tetap akan mengartikan bahwa ini kesalahan kedua orangtuaku. Lihat aku sekarang, kelakuan mereka terhadapku dirumah menjadi kelakuan yang ku tunjukkan kepada orang luar. Aku dianggap orang paling pemarah dimana pun aku berada. Aku sering murung. Kadang aku berpikir. Sudah sekian lama aku bertahan dikehancuran. Kapan aku mengakhirinya. Selain keluarga aku pun tak punyai teman yang benar-benar memahamiku. Yya sungguh kasihan hidupku. Aku punyai banyak teman, tapi mereka seolah jadikan ku hanya sebagai tempat disaat mereka terlupakan Dari teman yang lain. Gak butuh ya lupa sama aku.
PUASKAH kalian mendengar ceritaku. Yya kalian orang beruntung tak seperti aku. Hargai apa yang ada disekitarmu, jangan jadikan teman sebagai tempatmu saat sedih sajja. Pahami dan mengertilah, siapa yang mampu memahamimu. Sypa yang mampu mengertimu. Kemudian jaga lah dengan baik. Sebelum kalian kehilangan dan mungkin menyesal seumur hidup.
itu adalah takdir hidup tiara,,,,
BalasHapusjanganlah menyalahkan orang tua tiara,,,sebenarnya mereka juga tidak mau jika seperti ini,,jangan menjadikan keluarga mu sebagai alasan sikap2 buruk mu,,cobalah untuk tegarr,,lakukanlah demi adik2mu dan utk mamah mu,,dia juga berjuang demi kalian,,,
aku yang juga pernah mengalaminya seperti kamu tiara,bahkan bisa dikatakan masalah ku jauh lebih besar dan lebih menyakitkan,,jdi saranku utk kamu cobalah utk ttp bersyukur,,lebih dekatlah dgn ALLAH SWT,,dan move on lah utk hal2 yang positif,,jadikanlah masalahmu itu alasan utk menjadi tiara yang sukses utk masa depan,,bahagiakanlah orang2 yang menyayangimu,,:)
keep smile tiaraa,,,kamu pasti bisa,,:)
Thank buat atensiasinya :))
BalasHapus