Memang tidak mudah memaafkan, tapi....
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan
dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,
kelemahlembutan, dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang
lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh
dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu,
kamu perbuat jugalah demikian.” (Kol 3:2-3)
Sering kali
kita mendengar untuk memaafkan mereka yang bersalah kepada kita, dan
bahwa pembalasan adalah haknya Tuhan. Gw yakin kita semua sudah
mengalami apa rasanya untuk ditipu, difitnah, dicap munafik, pencuri,
dsb. baik secara langsung maupun melalui media gosip. Namun bukan
berarti kita jadi berhenti mengasihi dan memaafkan mereka yang melakukan
itu semua kepada kita. Karena kalau kita renungkan benar-benar,
penderitaan yang kita alami sebagai akibat dari perbuatan orang lain
tidak dapat disamakan dengan apa yang Tuhan Yesus alami. Walau difitnah,
diludahi, dicambuk, dipaku, disiksa, bahkan DIBUNUH, Ia tetap mengasihi
mereka dengan mengampuni mereka.
Menurut gw percuma aja
kalau kita meminta sesuatu kepada Tuhan tapi dalam hati kita masih
memiliki dendam atau belum bisa memaafkan seseorang dalam hidup kita.
Karena seperti dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus: “…ampunilah kami
seperti kamipun mengampuni mereka yang bersalah kepada kami…”,
bagaimanakah Bapa kita di surga mau dapat mengampuni dosa kita akalu
kita sendiri belum mengampuni sesama kita? Kita dulu harus dapat
memaafkannya siapapun dia, tidak ada bedanya bila ia keluarga, teman
dekat, pacar, rekan kerja, ataupun mertua. Jangan jadi diinget-inget
yah, coba lihat dulu Firman ini:
“Karena itu Aku berkata
kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu
telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu
berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu ada
dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu di yang di sorga
mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni,
maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni
kesalahan-kesalahanmu.” (Mar 11:24-26)
Kalau kita merasa
ada doa kita yang sangat lama tidak dijawab, maka sangat disarankan
untuk mengintrospeksi diri sendiri. Apakah kita sungguh telah memaafkan
orang tersebut yang bersalah kepada kita? Sedangkan Firman Tuhan
mengajarkan kita: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat
dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Ef 4:26)
Kenapa
hal ini menjadi penting khususnya bagi kita manusia? Karena kalau kita
membiarkan amarah dan dendam kita sampai lebih dari matahari terbenam,
berarti kita membuka pintu untuk hal-hal lain yang bukan berasal dari
Tuhan seperti : hipertensi, kanker, serangan jantung, dsb. Tapi
bagaimana Bapa kita mau menyembuhkan kita kalau kita tidak mau memaafkan
orang lain? Sedangkan kita lupa bahwa sebenarnya diapun adalah seorang
anak yang dikasih Tuhan.
Apa gunanya kita menyebut diri
kita sebagai anakNya, kalau tidak bisa bersikap seperti diriNya? Mungkin
perlu ditekankan bahwa dengan memaafkan bukan berarti kita terus
menjadi korban yah. Analoginya adalah bila digigit seekor anjing, maka
itu adalah kesalahan anjingnya. Namun bila sampai digigit kedua kalinya,
berarti yang salah kita. Cukup bagi kita untuk menghindari orang yang
berbuat salah itu, dan hindari tempat-tempat yang dulu membuat kita
jatuh. Jangan kita biarkan kejadian menyakitkan yang sama sampai
terulang lagi di kehidupan kita. Cukup kita memaafkan sepenuhnya dari
dalam hati dan sikap kita, tanpa harus berinteraksi dengan orang-orang
tersebut.
Marilah kita sebagai anak-anakNya jangan lagi
dendam atau marah berkepanjangan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang
terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana
Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. (Ef 4:32)
Doa:Bapa
kami yang disurga berilah kami kekuatan dan kerendahan hati untuk
mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kami. Karena kami sadar ya
Bapa, kamipun memiliki dosa yang juga ingin diampuni. Berkatilah kami
yah Bapa dengan kedamaian hati yang berasal dari padaMu, agar dalam
apapun yang kami pikirkan, perbuat, dan perkatakan, kami senantiasa
menyenangkan hatiMU. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar