Rabu, 14 November 2012

Memang tidak mudah memaafkan, tapi....


“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kol 3:2-3)


Sering kali kita mendengar untuk memaafkan mereka yang bersalah kepada kita, dan bahwa pembalasan adalah haknya Tuhan. Gw yakin kita semua sudah mengalami apa rasanya untuk ditipu, difitnah, dicap munafik, pencuri, dsb. baik secara langsung maupun melalui media gosip. Namun bukan berarti kita jadi berhenti mengasihi dan memaafkan mereka yang melakukan itu semua kepada kita. Karena kalau kita renungkan benar-benar, penderitaan yang kita alami sebagai akibat dari perbuatan orang lain tidak dapat disamakan dengan apa yang Tuhan Yesus alami. Walau difitnah, diludahi, dicambuk, dipaku, disiksa, bahkan DIBUNUH, Ia tetap mengasihi mereka dengan mengampuni mereka.


Menurut gw percuma aja kalau kita meminta sesuatu kepada Tuhan tapi dalam hati kita masih memiliki dendam atau belum bisa memaafkan seseorang dalam hidup kita. Karena seperti dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus: “…ampunilah kami seperti kamipun mengampuni mereka yang bersalah kepada kami…”, bagaimanakah Bapa kita di surga mau dapat mengampuni dosa kita akalu kita sendiri belum mengampuni sesama kita? Kita dulu harus dapat memaafkannya siapapun dia, tidak ada bedanya bila ia keluarga, teman dekat, pacar, rekan kerja, ataupun mertua. Jangan jadi diinget-inget yah, coba lihat dulu Firman ini:


“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu ada dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu di yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Mar 11:24-26)


Kalau kita merasa ada doa kita yang sangat lama tidak dijawab, maka sangat disarankan untuk mengintrospeksi diri sendiri. Apakah kita sungguh telah memaafkan orang tersebut yang bersalah kepada kita? Sedangkan Firman Tuhan mengajarkan kita: “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Ef 4:26)


Kenapa hal ini menjadi penting khususnya bagi kita manusia? Karena kalau kita membiarkan amarah dan dendam kita sampai lebih dari matahari terbenam, berarti kita membuka pintu untuk hal-hal lain yang bukan berasal dari Tuhan seperti : hipertensi, kanker, serangan jantung, dsb. Tapi bagaimana Bapa kita mau menyembuhkan kita kalau kita tidak mau memaafkan orang lain? Sedangkan kita lupa bahwa sebenarnya diapun adalah seorang anak yang dikasih Tuhan.


Apa gunanya kita menyebut diri kita sebagai anakNya, kalau tidak bisa bersikap seperti diriNya? Mungkin perlu ditekankan bahwa dengan memaafkan bukan berarti kita terus menjadi korban yah. Analoginya adalah bila digigit seekor anjing, maka itu adalah kesalahan anjingnya. Namun bila sampai digigit kedua kalinya, berarti yang salah kita. Cukup bagi kita untuk menghindari orang yang berbuat salah itu, dan hindari tempat-tempat yang dulu membuat kita jatuh. Jangan kita biarkan kejadian menyakitkan yang sama sampai terulang lagi di kehidupan kita. Cukup kita memaafkan sepenuhnya dari dalam hati dan sikap kita, tanpa harus berinteraksi dengan orang-orang tersebut.


Marilah kita sebagai anak-anakNya jangan lagi dendam atau marah berkepanjangan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. (Ef 4:32)


Doa:Bapa kami yang disurga berilah kami kekuatan dan kerendahan hati untuk mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kami. Karena kami sadar ya Bapa, kamipun memiliki dosa yang juga ingin diampuni. Berkatilah kami yah Bapa dengan kedamaian hati yang berasal dari padaMu, agar dalam apapun yang kami pikirkan, perbuat, dan perkatakan, kami senantiasa menyenangkan hatiMU. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar