Pentingnya Firman Bapa bagi kita.
“Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku;
dan Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari
Bapa yang mengutus Aku.” (Yoh 14:24)
Pernyataan yang
dahsyat ini dikatakan oleh seorang Yesus dari Nasaret, yang juga
menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hidup. Yesus sendiri adalah
Firman Allah, yang dimana melalui-Nya kita menerima hak dan kuasa untuk
diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:9-14). Oleh karena itu, maka
apapun yang Yesus katakan mengenai diri kita, kehidupan kita, dan masa
depan kita, semuanya adalah suatu kebenaran. Selama hidupnya di bumi,
Yesus mengutarakan beberapa janji yang ditujukan bagi siapapun yang
mempelajari, mencintai, dan melakukan perkataan-perkataanNya.
Seperti
halnya janji Yesus pada Yohanes 8:31-32,“Jikalau kamu tetap dalam
firman-Ku, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui
kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 3 hal yang
terdapat dalam janji ini adalah: kedekatan dengan Tuhan, pencerahan akan
pengetahuan tentang kebenaran yang sejati mengenai APAPUN, dan
kebebasan dari keadaan kita yang berdosa.
Setiap dari kita
memiliki pengertian kita masing-masing akan Tuhan, tentang apa yang
Tuhan inginkan dari kita, dan juga tentang apa yang Tuhan tawarkan
kepada kita. Sedangkan Yesus mengatakan bahwa “barangsiapa telah melihat
Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Dengan mengatakan ini Yesus
mengatakan bahwa tidak hanya melalui kata-kataNya saja kita mendapatkan
gambaran tentang Tuhan, namun kehidupan pribadi Yesuspun selama di bumi
dan semua karyanya memberikan gambaran dan pewahyuan yang sempurna
mengenai siapa Tuhan sebenarnya. Sehingga adalah suatu kebenaran bahwa
melalui perkataan Yesus, kita jadi mengenal Dia yang memberikan kita
hidup.
Dalam Markus 12:30-31 Yesus mengajarkan bahwa hukum
Tuhan yang paling utama adalah untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan
segenap segala yang kita miliki dan mengasihi sesama manusia seperti
mengasihi diri sendiri. Namun kebanyakan dari kita (termasuk saya
sendiri) masih sering lebih mengasihi diri sendiri dibanding sesama
kita. Mengapa ini bisa terjadi? Karena Yesus menjelaskan bahwa pada
dasarnya manusia memang lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab
perbuatan-perbuatan manusia jahat (Yohanes 3:19). Karena itulah mengapa
kita memerlukan Firman Tuhan untuk mengarahkan kita dalam merencanakan
hidup kita, dalam bertindak saat mengambil keputusan, dan juga dalam
memiliki hikmat saat berkata-kata. Agar dalam apapun yang kita lakukan
kita senantiasa mencerminkan pribadi sebagai anak Allah demi kemuliaan
nama Bapa kita.
Melalui Firman-Nya, Yesus telah
menyediakan bagi kita semua pencerahan dan kuasa untuk lepas dari
kebiasaan-kebiasaan kita yang kedagingan untuk kita menerima semua
berkat yang telah tersediakan bagi kita. Pada awalnya mungkin kita hanya
melihat ketaatan kita sebagai sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal
karena tidak sesuai dengan pengertian ataupun kebiasaan kita dalam
menjalani kehidupan ataupun cara kita menyelesaikan suatu masalah. Namun
demikian, dalam ketaatan itu justru kita dapat mencerminkan suatu gaya
hidup yang memuliakan nama Tuhan dan membuat diri kita sendiri menjadi
berkat bagi siapapun di sekitar kita.
Oleh karena itu,
marilah kita semua merenungkan kembali kata-kata Yesus yang dahsyat
diatas…karena kata-kata itu bukanlah sekedar suatu saran untuk menjalani
hidup…melainkan sungguh-sungguh Firman Tuhan yang mengingatkan kita
untuk berpegang teguh pada janji-janjiNya. Agar terjadilah kehendakNya
(dan bukan kehendak kita) di kehidupan kita masing-masing seperti di
Sorga.
Doa:
Bapa, terima kasih atas FirmanMu yang
telah disampaikan kepada kami melalui Yesus Kristus oleh Roh Kudus.
Ampunilah apabila kami pernah dengan sengaja maupun tidak telah
mengartikan FirmanMu untuk kepentingan diri kami sendiri. Berikanlah
kami hati untuk mengasihiMu lebih daripada apapun, agar kami senantiasa
seluruh aspek hidupku berkenan dihadapanMu sesuai dengan kehendakMu.
Agar dalam apapun yang aku lakukan (pelayanan, keluarga, pekerjaan,
karir, studi) nama Bapa dimuliakan.AMIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar