Selasa, 13 November 2012

Pentingnya Firman Bapa bagi kita.


“Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” (Yoh 14:24)


Pernyataan yang dahsyat ini dikatakan oleh seorang Yesus dari Nasaret, yang juga menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hidup. Yesus sendiri adalah Firman Allah, yang dimana melalui-Nya kita menerima hak dan kuasa untuk diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:9-14). Oleh karena itu, maka apapun yang Yesus katakan mengenai diri kita, kehidupan kita, dan masa depan kita, semuanya adalah suatu kebenaran. Selama hidupnya di bumi, Yesus mengutarakan beberapa janji yang ditujukan bagi siapapun yang mempelajari, mencintai, dan melakukan perkataan-perkataanNya.


Seperti halnya janji Yesus pada Yohanes 8:31-32,“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 3 hal yang terdapat dalam janji ini adalah: kedekatan dengan Tuhan, pencerahan akan pengetahuan tentang kebenaran yang sejati mengenai APAPUN, dan kebebasan dari keadaan kita yang berdosa.


Setiap dari kita memiliki pengertian kita masing-masing akan Tuhan, tentang apa yang Tuhan inginkan dari kita, dan juga tentang apa yang Tuhan tawarkan kepada kita. Sedangkan Yesus mengatakan bahwa “barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Dengan mengatakan ini Yesus mengatakan bahwa tidak hanya melalui kata-kataNya saja kita mendapatkan gambaran tentang Tuhan, namun kehidupan pribadi Yesuspun selama di bumi dan semua karyanya memberikan gambaran dan pewahyuan yang sempurna mengenai siapa Tuhan sebenarnya. Sehingga adalah suatu kebenaran bahwa melalui perkataan Yesus, kita jadi mengenal Dia yang memberikan kita hidup.


Dalam Markus 12:30-31 Yesus mengajarkan bahwa hukum Tuhan yang paling utama adalah untuk mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap segala yang kita miliki dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Namun kebanyakan dari kita (termasuk saya sendiri) masih sering lebih mengasihi diri sendiri dibanding sesama kita. Mengapa ini bisa terjadi? Karena Yesus menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia memang lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan manusia jahat (Yohanes 3:19). Karena itulah mengapa kita memerlukan Firman Tuhan untuk mengarahkan kita dalam merencanakan hidup kita, dalam bertindak saat mengambil keputusan, dan juga dalam memiliki hikmat saat berkata-kata. Agar dalam apapun yang kita lakukan kita senantiasa mencerminkan pribadi sebagai anak Allah demi kemuliaan nama Bapa kita.


Melalui Firman-Nya, Yesus telah menyediakan bagi kita semua pencerahan dan kuasa untuk lepas dari kebiasaan-kebiasaan kita yang kedagingan untuk kita menerima semua berkat yang telah tersediakan bagi kita. Pada awalnya mungkin kita hanya melihat ketaatan kita sebagai sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal karena tidak sesuai dengan pengertian ataupun kebiasaan kita dalam menjalani kehidupan ataupun cara kita menyelesaikan suatu masalah. Namun demikian, dalam ketaatan itu justru kita dapat mencerminkan suatu gaya hidup yang memuliakan nama Tuhan dan membuat diri kita sendiri menjadi berkat bagi siapapun di sekitar kita. 


Oleh karena itu, marilah kita semua merenungkan kembali kata-kata Yesus yang dahsyat diatas…karena kata-kata itu bukanlah sekedar suatu saran untuk menjalani hidup…melainkan sungguh-sungguh Firman Tuhan yang mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada janji-janjiNya. Agar terjadilah kehendakNya (dan bukan kehendak kita) di kehidupan kita masing-masing seperti di Sorga.


Doa:

Bapa, terima kasih atas FirmanMu yang telah disampaikan kepada kami melalui Yesus Kristus oleh Roh Kudus. Ampunilah apabila kami pernah dengan sengaja maupun tidak telah mengartikan FirmanMu untuk kepentingan diri kami sendiri. Berikanlah kami hati untuk mengasihiMu lebih daripada apapun, agar kami senantiasa seluruh aspek hidupku berkenan dihadapanMu sesuai dengan kehendakMu. Agar dalam apapun yang aku lakukan (pelayanan, keluarga, pekerjaan, karir, studi) nama Bapa dimuliakan.AMIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar