Aku
duduk diantara keheningan malam. Memikirkan hari esok yang masih kujadikan
tanda tanya. Gemuruh petir saling beradu suara di sela-sela tetesan air hujan
yang lumayan dahsyatnya. Aku lelah dengan kehidupan yang selalu dijadikan
keluhan. Aku sangat merindukan kenyamanan. Hidup dengan kesederhanaan tanpa
keluhan. Aku puas hidup dengan kemewahan yang kini tinggal kenangan. Mulai dari
sesuatu yang kecil hingga yang besar semua sudah kurasakan. Sekarang aku tak
ingin lagi mengharapkan kemewahan. Yang aku inginkan hanyalah kebahagiaan dan
membuat orang bahagia.
Kubuka
jendela kamarku, kurasakan sejuknya udara yang tuhan ciptakan. Kutadahkan tanganku
di tiap tetesan air hujan yang jatuh dari atas genteng rumahku. Entah mengapa
perasaanku sangat tenang malam ini. Malam yang belum tentu bisa aku rasakan
esok hari. Kedamaian yang kurasakan saat ini sangat luar biasa membuatku lupa
akan kepenatan. Hatiku dan jiwa ragaku pun ikut terhanyut dalam ganasnya
percikan hujan. Aku benyanyi sambil mengikuti alunan, seakan hujanlah yang
mengajakku untuk menyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaan. Sepertinya aku
semakin akrab. Tapi aku sadar sebentar lagi hujannya akan pergi meninggalkanku
dan aku tak tau akan kembali lagi kapan. Aku syukuri kedatanganNya dan
kusyukuri pula kepergiaNya. Sampai ketemu lagi ,kaulah pengobat sepiku “HUJAN”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar