Selasa, 29 Januari 2013

Hujan

Aku duduk diantara keheningan malam. Memikirkan hari esok yang masih kujadikan tanda tanya. Gemuruh petir saling beradu suara di sela-sela tetesan air hujan yang lumayan dahsyatnya. Aku lelah dengan kehidupan yang selalu dijadikan keluhan. Aku sangat merindukan kenyamanan. Hidup dengan kesederhanaan tanpa keluhan. Aku puas hidup dengan kemewahan yang kini tinggal kenangan. Mulai dari sesuatu yang kecil hingga yang besar semua sudah kurasakan. Sekarang aku tak ingin lagi mengharapkan kemewahan. Yang aku inginkan hanyalah kebahagiaan dan membuat orang bahagia.

Kubuka jendela kamarku, kurasakan sejuknya udara yang tuhan ciptakan. Kutadahkan tanganku di tiap tetesan air hujan yang jatuh dari atas genteng rumahku. Entah mengapa perasaanku sangat tenang malam ini. Malam yang belum tentu bisa aku rasakan esok hari. Kedamaian yang kurasakan saat ini sangat luar biasa membuatku lupa akan kepenatan. Hatiku dan jiwa ragaku pun ikut terhanyut dalam ganasnya percikan hujan. Aku benyanyi sambil mengikuti alunan, seakan hujanlah yang mengajakku untuk menyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaan. Sepertinya aku semakin akrab. Tapi aku sadar sebentar lagi hujannya akan pergi meninggalkanku dan aku tak tau akan kembali lagi kapan. Aku syukuri kedatanganNya dan kusyukuri pula kepergiaNya. Sampai ketemu lagi ,kaulah pengobat sepiku “HUJAN”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar